086853100_1544033946-Finlandia_1

6 Fakta Menarik Pendidikan di Finlandia yang Dinilai Terbaik di Dunia

Finlandia

Pendidikan memang sangat penting untuk manusia. Bukan hanya diri sendiri tapi untuk bangsa dan negaranya. Di setiap negara seperti Finlandia pasti berbeda–beda dengan sistem pendidikannya, mulai dari jam belajar di sekolah, saat ujian nasional, serta materinya sekalipun.

Termasuk di dalamnya [Finlandia]( “”). Negara ini dinilai memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia dan dapat melahirkan sumber daya manusia yang menjanjikan. Dilansir dari Edweek, 6 November 2018, ada sejumlah faktor yang membuat standar pendidikan di Finlandia sangat tinggi.

Salah satunya adalah mempunyai guru yang berkualitas. Guru di negara Eropa tersebut harus diseleksi dengan ketat mulai dari nilai, integritas mereka, semangat mereka dalam mengajar, serta karya apa yang bisa menunjang pendidikan di Finlandia. Para guru harus meraih gelar master dan 10 besar lulusan terbaik dari suatu universitas.

Mungkin dunia pendidikan mereka jadi terkesan sangat berat dan serius. Mari simak enam fakta menarik seputar sistem pendidikan di Finlandia yang mungkin berbeda jauh dengan perkiraan kita.

Serba Gratis

Di Finlandia, semua sekolah dianggap sama, mereka tak mengenal sekolah unggulan atau favorit. Para orangtua tak perlu pusing memikirkan soal biaya pendidikan karena semuanya gratis. Bukan itu saja, sekolah di Finlandia juga menggratiskan biaya makan siang, transportasi, dan kesehatan.

Belajar 5 Jam Sehari

Para siswa Sekolah Dasar (SD) di Finlandia hanya menghabiskan waktu selama 4-5 jam per hari di sekolah. Untuk SMP dan SMA, memiliki sisten sama dengan perguruan tinggi. Mereka hanya datang ke sekolah pada jam mata pelajaran yang mereka pilih saja.

Bagi orang Finlandia mempercayai, jam sekolah yang singkat mampu meningkatkan efektivitas dan produktivitas siswa, sehingga menjadikan mereka anak-anak yang cerdas.

Finlandia

Di Finlandia, para pelajar tidak diberikan pekerjaan rumah alias PR. Jika ada itupun sangat minim. Mereka justru punya waktu istirahat hampir tiga kali lebih dari pelajar negara lain. Anak-anak jadi tidak merasa tertekan dengan memiliki beban pekerjaan rumah.

Mereka juga tidak mengenal sistem ranking, karena para pelajar tidak ada yang dianggap pintar atau bodoh. Hal ini membuat kesenjangan pendidikan di Finlandia sangat kecil.

Tak Ada Ujian Nasional

Pemerintah Finlandia mempercayai guru untuk evaluasi pelajaran siswa. Pemerintah di negara Skandinavia itu menganggap gurulah yang bisa menilai dan lebih tahu kemampuan siswanya. Hal ini membuat siswa tidak tertekan dan bebas mengasah kemampuan mereka di bidang yang mereka minati.

Banyak Istirahat dan Bermain

Finlandia

Di Finlandia, waktu istirahat sekolah bisa sampai 45 menit. Kegiatan di sekolah juga banyak diisi dengan bermain. Mereka percaya setiap siswa akan berhasil jika memiliki waktu bersantai atau beristirahat yang cukup. Para orangtua percaya bahwa anak-anak bisa belajar melalui banyak cara, salah satunya bermain.

Fasilitas Lengkap

Bagi masyarakat Finlandia, kesuksesan pendidikan anak mereka juga ditentukan oleh fasilitas sekolah yang memadai. Karena itu di dalam sekolah banyak ruang-ruang bermain atau diskusi bersama.

Selain itu, ruang olahraga juga banyak tersedia untuk membuat pikiran dan tubuh siswa bisa segar setiap saat.

 

Source : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3800316/6-fakta-menarik-pendidikan-di-finlandia-yang-dinilai-terbaik-di-dunia

1271858291

FIA UI Peduli Batik Betawi

Fakultas Ilmu Adminsitrasi dan Fakultas Hukum Universitas Indonesia melakukan pengabdian masyarakat berupa pendampingan bisnis dan HAKI kepada UMKM Batik Betawi di Jakarta.

Selama ini DKI Jakarta hanya terkenal dengan Soto Betawinya, ada yang lupa bahwa Betawi juga mempunyai batik yang khas. Tak tanggung-tanggung saat ini terdapat 12 UMKM Batik Betawi ini tersebar di Jabodetabek. Sentra batik ini aktif memproduksi batik khas Betawi baik jenis cap dan tulis, dengan berbagai nuansa Betawi seperti motif ondel-ondel, Monumen Nasional, Patung Pancoran bahkan motif alat musik tanjidor. Hanya saja walaupun sudah beberapa tahun berdiri, para UMKM ini belum mendaftarkan hak ciptanya kepada pemerintah. Maka wajar bila beberapa tahun lalu batik terogong salah satu batik yang terkenal di masyarakat Betawi pernah diplagiat dengan diproduksi secara massal. Akan tetapi, tidak bisa ditindaklanjuti karena belum didaftarkan hak ciptanya.

Hal inilah mendasari 3 dosen Fakultas Ilmu Adminsitrasi Universitas Indonesia ( FIA UI) dan 1 dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia melakukan pengabdian masyarakat berupa pendampingan bisnis dan HAKI kepada UMKM Batik Betawi di Jakarta.

Model bisnis dan hak cipta

. Batik Betawi siap digital Sedangkan dalam menyusun model bisnis, Nurul dan tim juga membuat buku panduan Cara Menggunakan Business Model canvas untuk UMKM Batik. Nurul mengarahkan UMKM untuk siap secara digital dengan memperhatikan profil bisnis mereka. Mulai dari target konsumen mereka, keunggulan produk, menjaga hubungan dengan pelanggan, strategi pemasaran mereka dan lainnya. “Setelah pelaku UMKM mengetahui secara mendalam bisnis yang mereka jalani maka mereka akan mampu menyusun berbagai strategi bisnis agar bisnis batik Betawi ini tetap bertahan,” kata Nurul. Pelatihan ini dihadiri 10 orang peserta berasal dari UMKM Batik Seraci, Batik Setu Babakan, Batik Terogong, dan Batik Kemayoran.

Source : https://edukasi.kompas.com/read/2018/12/09/20245111/fia-ui-peduli-batik-betawi

532707777

5 Universitas Terbaik Indonesia 2019 versi Times Higher Education

Ilustrasi World University Rankings (WUR) versi The Times Higher Education  (THE)

The Times Higher Education (THE) telah merilis pemeringkatan universitas dunia (World University Rankings/WUR) untuk tahun 2019 dengan melibatkan lebih dari 1.250 perguruan tinggi.

Secara rutin THE menggunakan 5 indikator penting dalam menentukan pemeringkatan ini yakni meliputi: pengajaran (30%), riset (30%), kutipan penelitian (30%), rasio dosen/mahasiswa/kelas internasional (7,5%) dan dampak ke dunia industri/bisnis (2,5%).

Berdasarkan ke-5 indikator tersebut, ada 5 universitas di Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan tersebut. Universitas apa saja?

5 universitas terbaik Indonesia versi THE

Ilustrasi 5 Universitas Terbaik Indonesia versi The Times Higher Education

5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ( ITS), peringkat 1001 +, dengan total nilai 9.8 – 18.9.

4. Universitas Gadjah Mada ( UGM), peringkat 1.001+, dengan total nilai 9.8 – 18.9.

3. Institut Pertanian Bogor ( IPB), peringkat 1.001+, dengan total nilai 9.8 – 18.9.

2. Institut Teknologi Bandung ( ITB), peringkat 801-1.000, dengan total nilai 19 – 25.9.

1. Universitas Indonesia ( UI), peringkat 601-800, dengan total nilai 26-33.4.

Meski ITS, UGM dan ITB berada dalam klaster yang sama, urutan pemeringkatan tetap dilakukan berdasarkan nilai tertinggi dari setiap indikator yang telah ditentukan.

ITS menjadi universitas baru dari Indonesia yang masuk dalam daftar WUR THE tahun ini. Tahun sebelumnya, UI berada diperingkat ke-3 setelah UGM dan ITB. Jumlah universitas Indonesia yang masuk dalam daftar WUR THE terus mengalami peningkatan dari hanya 2 universitas di tahun 2017 menjadi 5 universitas di tahun 2018.

Daftar lengkap pemeringkatan universitas di Indonesia versi THE dapat dilihat melalui tautan ini.

Sumber : https://edukasi.kompas.com/read/2018/10/11/17042881/5-universitas-terbaik-indonesia-2019-versi-times-higher-education

1780711573

“Ridwan Kamil Gandeng IPB untuk Program “Satu Desa, Satu Perusahaan”

Ridwan Kamil bertemu Rektor IPB Arif Satria dan rombongan membahas perkembangan Program Studi Di luar Kampus Utama, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor (PSDKU SV-IPB) Sukabumi di Kantor Gubernur, Bandung, Rabu (31/10/2018).

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengharapkan kerjasama Institut Pertanian Bogor ( IPB) dalam perancangan konsep dan pelaksanaan program andalan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu Satu Desa Satu Perusahaan (One Village One Company). Hal ini disampaikan Ridwan Kamil saat bertemu Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria dan rombongan untuk membahas perkembangan Kampus Program Studi Di luar Kampus Utama, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor (PSDKU SV-IPB) Sukabumi di Kantor Gubernur, Bandung, Rabu (31/10/2018). Dikutip dari laman resmi IPB, Ridwan Kamil akan melibatkan IPB untuk melakukan riset menentukan komoditas yang dibutuhkan pasar serta mencari mitra perusahaan sebagai pembeli (off takers). “Pada dasarnya program satu desa satu perusahaan merupakan strategi mengatasi ketimpangan ekonomi di Jawa Barat dengan harapan warga pedesaan bisa lebih mandiri tanpa harus merantau ke perkotaan.” Lebih lanjut Ridwan Kamil mengatakan, program satu desa satu perusahaan diharapkan dapat menarik generasi muda untuk menekuni bidang usaha pertanian dengan memanfaatkan platform teknologi digital (internet, drone dan e-commerce).

“Saya mengharapkan agar IPB dapat menghasilkan alumni yang nantinya dapat bekerja sebagai CEO yang memimpin perusahaan di desa,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Rektor IPB, Dr. Arif Satria mengatakan, saat ini Kampus PSDKU SV-IPB Sukabumi sedang dibangun di atas lahan seluas 30 hektar di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. “Di Kampus tersebut saat ini sedang dibangun dua gedung yaitu Gedung Akademik dan Gedung Administrasi. Selain itu, di kampus ini akan dibangun teaching lab/industry,” jelas Rektor. Dekan Sekolah Vokasi (SV) IPB, Arief Daryanto menambahkan, selama ini SV IPB telah menjalin kerjasama yang sangat baik dengan berbagai pihak dalam memanfaatkan berbagai laboratorium yang mereka kelola di Sukabumi untuk keperluan praktik para mahasiswa vokasi. “Diantaranya kerjasama dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi dan Kawasan Agribisnis Cikundul seluas 4,5 hektar, yang saat ini sedang dikembangkan menjadi Zona Hortikultura. Zona ini terdiri dari Screen House, Laboratorium Kultur Jaringan, Hidroponik dan Rumah Jamur, Zona Perikanan, Zona Peternakan dan Zona Pustaka Tanaman, yang dilengkapi dengan pengolahan biogas dan taman bermain,” kata Arief.

Sumber : https://edukasi.kompas.com/read/2018/11/05/20564001/ridwan-kamil-gandeng-ipb-untuk-program-satu-desa-satu-perusahaan

ig post lion air 29 oktober 2018

#PrayForLionAirJT-610

ig post lion air 29 oktober 2018” Kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa saudara/i kita dalam musibah ini…semoga para korban di tempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah S.W.T, dan semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini….Amin ” #PrayForLionAirJT-610 #LionAir

 

antarafoto-raker-kemenristekdikti-komisi-x-180117-hma-5_ratio-16x9

Kebijakan Baru SBMPTN 2019: Tes Dulu, Dapat Nilai, Baru Daftar PTN

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi  Muhammad Nasir. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./pd/17

“Kalau biasanya, peserta daftar dulu baru tes. Ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilainya dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri.”

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menetapkan kebijakan baru terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2019.

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir dalam konferensi pers Seleksi Masuk Perguruan Tinggi negeri 2019 di Jakarta, Senin (22/10/2018) menyatakan terdapat sejumlah ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk sistem tes yang dilakukan sebelum peserta mendaftar ke PTN.

“Kalau biasanya, peserta daftar dulu baru tes. Ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilainya dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri,” katanya.

Ia menambahkan, pada pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan dan UTBK berbasis Android sementara belum diterapkan.

Menteri Nasir menambahkan, materi tes yang dikembangkan dalam UTBK 2019 adalah Tes potensial skolastik (TPS) dan Tes kompetensi akademik (TKA) dengan kelompok ujian saintek atau soshum.

Peserta tes, lanjut Nasir, dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali, tujuannya ialah menjaring calon mahasiswa yang berkualitas.

“Jika kurang puas dengan hasil tes pertama, maka peserta boleh ikut tes lagi,” ucap Nasir.

Kemudian, hasil kedua tes dapat dijadikan nilai acuan bagi PTN yang dituju. Nasir mengatakan peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan. Dalam dua kali UTBK, jenis soal akan sama, namun pertanyaannya akan berbeda.

“Mulai tahun 2019 Kemenristekdikti akan memberlakukan kebijakan di bidang seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan oleh institut bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) 2019,” kata Ketua Panitian Pusat SNPMB PTN 2018 dalam rilis persnya.

Pola seleksi masuk PTN tahun 2019 akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, SNMPTN dengan daya tampung minimal 20%, SBMPTN minimal 40% dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN.

“Ini adalah perubahan revolusi di dalam sistem penerimaan mahasiswa perguruan tinggi,” lanjut Menteri Nasir.

“Ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilainya dipakai untuk mendaftar ke PTN.”

Sumber : https://tirto.id/kebijakan-baru-sbmptn-2019-tes-dulu-dapat-nilai-baru-daftar-ptn-c8lc

large-itb-3-a4d898df9a6c5608871b6f9135bf88ba

10 Kampus dengan Nilai Rata-rata Tertinggi SBMPTN 2018. Kampusmu Ada?

Inilah 10 Kampus dengan Nilai Rata-rata Tertinggi SBMPTN 2018. Adakah Kampusmu?

Hasil pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 telah dilakukan. Tercatat dari 860.001 peserta tes, hanya kurang dari 200.000 peserta, tepatnya 165.831 yang lolos dalam seleksi ini. Artinya hanya 19% yang lolos dalam seleksi tersebut atau dengan kata lain satu kursi di satu PTN diperebutkan oleh sekitar 20 calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Dari keseluruhan PTN yang dipilih calon mahasiswa, Institut Teknologi Bandung (ITB) menduduki posisi pertama dengan nilai rata-rata penerimaan calon mahasiswa melalui jalur SBMPTN tertinggi. Posisi tersebut pun mencakup 2 bidang yang ada, yakni saintek dan soshum.

Berikut CNN Indonesia merangkum 10 kampus dengan nilai rata-rata tertinggi penerimaan melalui jalur SBMPTN 2018.

Bidang Saintek:

  1. ITB dengan nilai rata-rata 659,25
  2. UI dengan nilai rata-rata 638,39
  3. UGM dengan nilai rata-rata 632,79
  4. ITS dengan nilai rata-rata 623,50
  5. UNAIR dengan nilai rata-rata 610,89
  6. IPB dengan nilai rata-rata 610,09
  7. UNDIP dengan nilai rata-rata 608,69
  8. UNS dengan nilai rata-rata 606,69
  9. UNPAD dengan nilai rata-rata 605,68
  10. UPNV Jakarta dengan nilai rata-rata 599,99

Bidang Soshum:

  1. ITB dengan nilai rata-rata 648,33
  2. UGM dengan nilai rata-rata 648,08
  3. UI dengan nilai rata-rata 643,47
  4. ITS dengan nilai rata-rata 623,60
  5. UNAIR dengan nilai rata-rata 620,13
  6. UNDIP dengan nilai rata-rata 619,87
  7. UNPAD dengan nilai rata-rata 613,60
  8. UB dengan nilai rata-rata 613,60
  9. UPNV Yogyakarta dengan nilai rata-rata 608,59
  10. UNS dengan nilai rata-rata 602,80

Untuk program studi yang paling banyak diminati hampir sama dengan tahun sebelumnya. Diantaranya adalah Ilmu Kedokteran, Farmasi, Teknik Informatika untuk bidang Saintek dan Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi untuk bidang Soshum.

 

Sumber : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/07/04/inilah-10-kampus-dengan-nilai-rata-rata-tertinggi-sbmptn-2018-adakah-kampusmu