4002661690

UNPAD Imbau Peserta UTBK Tidak Perlu Kuatir Soal Sistem dan Jaringan

Universitas Padjadjaran (Unpad) selaku koordinator implementasi Ujian Tulis Berbasis Komputer menyatakan siap untuk memfasilitasi kelancaran ujian tersebut.

Universitas Padjadjaran ( UNPAD) selaku koordinator implementasi Ujian Tulis Berbasis Komputer menyatakan siap untuk memfasilitasi kelancaran ujian tersebut.

Rektor Unpad Prof Tri Hanggono Achmad mengatakan sistem UTBK telah dikembangkan dengan sangat andal dan hati-hati. Berbagai persiapan dan pengembangan telah dilakukan dengan matang.

“Insya Allah sistem ini andal karena kami tidak main-main mengembangkannya,” ujar Rektor UNPAD seperti dikutip dari laman resmi ITB (13/3/2019).

Untuk itu, Rektor Unpad mengimbau peserta ujian tidak perlu khawatir pelaksanaan UTBK akan terkendala oleh masalah sistem maupun jaringan.

Pihaknya telah melakukan ujicoba sistem UTBK serentak di seluruh wilayah di Indonesia. Hasilnya, sistem ini sudah berjalan dengan baik.

Seleksi lebih selektif

Standar penyelenggaraan UTBK juga telah dikembangkan secara ketat. Standar ini akan diterapkan di seluruh wilayah penyelenggara UTBK di Indonesia. Dengan demikian, kualitas sistem UTBK akan sama rata di setiap wilayah.
Rektor menjelaskan, ada keistimewaan dari metode UTBK dibandingkan dengan metode ujian tertulis cetak. Metode berbasis komputer dikembangkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI ini bertujuan agar perguruan tinggi bisa lebih tepat mendapatkan calon mahasiswa.

Guna mewujudkan tujuan tersebut, mekanisme seleksinya pun dikembangkan lebih spesifik. Tahun-tahun sebelumnya UTBK diikuti oleh peserta yang telah mendaftar SBMPTN. Pada tahun ini, peserta harus ikut UTBK dahulu untuk mendapatkan hasil.

Dari hasil UTBK, peserta kemudian memiliki rekomendasi untuk memilih program studi yang cocok melalui jalur SBMPTN.

Rekomendasi prodi

“Kalau dahulu, kita hanya tahu kompetensi itu dari psikotes saat di SMA. Sekarang, dari 2 jenis tes yang ada dalam UTBK, setiap nilai tes yang diperoleh peserta bisa di-match-kan dengan program studi yang dituju,” papar Rektor.

Dijelaskan lebih lanjut, dua jenis tes dalam UTBK terdiri dari tes potensi skolastik dan tes potensi akademik. Setiap jenis tes bisa menjadi penentu kompetensi peserta terhadap program studi yang dituju.

Setiap program studi yang ditawarkan perguruan tinggi pada SBMPTN 2019 sudah memiliki data pembobotan tersendiri. Peserta tinggal menyesuaikan hasil tes UTBK dengan bobot program studinya.

Sistem ini dinilai lebih mendorong peserta untuk benar-benar memilih program studi yang sesuai dengan kompetensinya. “Bagi siswa, memilih program studi itu penting karena menjadi karirnya ke depan,” kata Rektor.

Rektor mengungkapkan, berbeda dengan pelaksanaan UTBK SBMPTN sebelumnya yang digelar serentak satu hari, tahun ini UTBK digelar selama beberapa hari. Pelaksanaan tes UTBK untuk peserta pendaftar gelombang pertama dilakukan tanggal 13 April hingga 4 Mei 2019. Sementara tes UTBK untuk gelombang kedua dilaksanakan tanggal 11 Mei – 26 Mei 2019.

Source : https://edukasi.kompas.com/read/2019/03/17/21453321/unpad-imbau-peserta-utbk-tidak-perlu-kuatir-soal-sistem-dan-jaringan.

3262692221

Menristekdikti Jamin Ketersediaan Kursi UTBK 2019 Gelombang 1 dan 2

Peninjauan persiapan lokasi UTBK di Universitas Diponegoro (Undip) pada 9 Maret 2019, di Semarang, Jawa Tengah.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan semua peserta UTBK yang mendaftar akan mendapatkan kursi di lokasi ujian yang mereka masing-masing pilih.

Menristekdikti saat meninjau kesiapan lokasi UTBK di Universitas Diponegoro ( Undip) pada 9 Maret 2019, di Semarang, Jawa Tengah, menyampaikan Pemerintah akan menjamin calon peserta SBMPTN 2019 memiliki kesempatan sama dalam masuk ke perguruan tinggi negeri.

Peninjauan dilakukan Menristekdikti Mohamad Nasir bersama Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) Budi Prasetyo Widyobroto, Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Yos Johan Utama dan Koordinator UTBK Undip Agus Sofian.

Kapasitas 30 ribu kursi

Menteri Nasir menyampaikan semua peserta UTBK yang mendaftar akan mendapatkan kursi di lokasi ujian yang mereka masing-masing pilih.

Menrisktekdikti juga menegaskan pemerintah menjamin semua peserta SBMPTN 2019 memiliki kesempatan sama dalam masuk ke perguruan tinggi negeri.

“Kapasitas kursi 30 ribu sudah tersedia untuk dua gelombang. Jumlah peserta 16.479 sejauh ini untuk gelombang pertama,” ujarnya.

Tahap ini sedang berlangsung pendaftaran UTBK gelombang pertama berlangsung 1 Maret hingga 24 Maret 2019. Berikutnya, pendaftaran Gelombang Kedua UTBK pada 25 Maret hingga 1 April 2019.

Waktu pelaksanaan tes peserta pendaftar gelombang pertama dan gelombang kedua akan digabungkan pada 13 April hingga 4 Mei 2019 pada setiap lokasi lokal UTBK di setiap provinsi.

Unduh soal H-1

Sebelumnya, sebagai langkah antisipasi koneksi internet padat, soal UTBK 2019 akan diunduh panitia 1 hari sebelum hari pelaksanaan (Hari H).

Menristek meminta LTMPT dan panitia UTBK lokal menginstall aplikasi UTBK dan mengunduh seluruh soal sebelum Tes Gelombang Pertama UTBK dilakukan.

Hal ini untuk mengantisipasi koneksi internet yang terlalu padat apabila semua lokasi tes mengunduh soal menjelang atau pada saat tanggal tes.

“Untuk mengatasi kendala yang terjadi, yang paling pertama soal sudah didownload sebelumnya dan diterima. Yang penting pada saat Hari H (aplikasi) diinstall di tempat ujian, tidak terjadi masalah,” imbau Menteri Nasir.

Source :  https://edukasi.kompas.com/read/2019/03/10/14333851/menristekdikti-jamin-ketersediaan-kursi-utbk-2019-gelombang-1-dan-2.

1044581computer-767776-1280780x390

Materi Soal UTBK Dipastikan Sudah Dipelajari di SMA

1044581computer-767776-1280780x390

Rektor Unpad Prof Tri Hanggono Achmad menyampaikan sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer telah dikembangkan dengan sangat andal dan hati-hati. Berbagai persiapan dan pengembangan telah dilakukan dengan matang.

“Insya Allah sistem ini andal, karena kami tidak main-main mengembangkannya,” ujar Rektor Unpad seperti disitat dari laman resmi Unpad. Unpad selaku koordinator implementasi UTBK menyatakan siap untuk memfasilitasi kelancaran ujian tersebut.

Penyelenggaraan UTBK sendiri sebenarnya sudah dilakukan sejak 2016, sebagai salah satu metode dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Untuk tahun ini, pelaksanaan SBMPTN 2019 sudah seluruhnya menggunakan metode UTBK.

Kapasitas materi SMA

Rektor Unpad memastikan materi soal diujikan dalam UTBK merupakan materi yang sudah dipelajari siswa di bangku SMA. “Kami tidak mungkin memberikan materi tes yang kapasitasnya belum dimiliki anak SMA,” tegasnya.

Selain itu, UTBK menghindarkan peserta dari kesalahan pengisian. Karena berbasis teknologi, peserta tidak perlu repot menghitamkan lembar jawaban. Metode ini dinilai lebih mudah dikerjakan oleh peserta.

Standar penyelenggaraan UTBK juga telah dikembangkan secara ketat. Standar ini akan diterapkan di seluruh wilayah penyelenggara UTBK di Indonesia. Dengan demikian, kualitas sistem UTBK akan sama rata di setiap wilayah.

Rektor Unpad menjelaskan ada keistimewaan dari metode UTBK dibandingkan dengan metode ujian tertulis cetak. Metode berbasis komputer yang dikembangkan Kemeristekdikti ini bertujuan agar perguruan tinggi bisa lebih tepat mendapatkan calon mahasiswa.

Tes penentu prodi

Guna mewujudkan tujuan tersebut, mekanisme seleksi dikembangkan lebih spesifik. Tahun-tahun sebelumnya UTBK diikuti oleh peserta yang telah mendaftar SBMPTN. Pada tahun ini, peserta harus ikut UTBK dahulu untuk mendapatkan hasil.

Dari hasil UTBK, peserta kemudian memiliki rekomendasi untuk memilih program studi yang cocok melalui jalur SBMPTN.

“Kalau dahulu, kita hanya tahu kompetensi itu dari psikotes saat di SMA. Sekarang, dari 2 jenis tes yang ada dalam UTBK, setiap nilai tes yang diperoleh peserta bisa di-match-kan dengan program studi yang dituju,” papar Rektor.

Dijelaskan lebih lanjut, dua jenis tes dalam UTBK terdiri dari tes potensi skolastik dan tes potensi akademik. Setiap jenis tes bisa menjadi penentu kompetensi peserta terhadap program studi yang dituju.

Uji coba sistem

Setiap program studi yang ditawarkan perguruan tinggi pada SBMPTN sudah memiliki data pembobotan tersendiri. Peserta tinggal menyesuaikan hasil tes UTBK dengan bobot program studinya.

Sistem ini dinilai lebih mendorong peserta untuk benar-benar memilih program studi yang sesuai dengan kompetensinya. “Bagi siswa, memilih program studi itu penting karena menjadi karirnya ke depan,” kata Prof Tri Hanggono.

Rektor Unpad juga mengimbau peserta ujian tidak perlu khawatir pelaksanaan UTBK akan terkendala oleh masalah sistem maupun jaringan. Pihaknya telah melakukan ujicoba sistem UTBK serentak di seluruh wilayah di Indonesia. Hasilnya, sistem ini sudah berjalan dengan baik.

Source : https://edukasi.kompas.com/read/2019/03/17/22380571/materi-soal-utbk-dipastikan-sudah-dipelajari-di-sma.

1993914116

5 PTN Indonesia Masuk Daftar Universitas Terbaik di Negara Berkembang

Mahasiswa Universitas Indonesia mengikuti kuliah umum.

The Times Higher Education (THE) baru saja merilis pemeringkatan universitas di negara berkembang dalam “Emerging Economies Ranking Universities 2019″ (15/1/2019). Pemeringkatan THE menggunakan setidaknya 5 indikator untuk menilai lembaga berdasarkan pengajaran, penelitian, kutipan jurnal ilmiah dan pandangan internasional serta pandangan dunia industri. Secara keseluruhan terdapat 442 universitas dari 43 negara masuk dalam daftar THE tahun 2019 ini. China tetap menjadi negara paling banyak memasukan daftar dengan 72 universitas, bertabah dari 63 universitas tahun lalu.

India berada di posisi kedua dengan negara paling banyak dengan 49 universitas setelah tahun lalu memasukan 42 universitas mereka dalam daftar. Di negara lain, negara-negara berkembang Eropa umumnya mengalami penurunan, sementara beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika Utara serta kawasan Asia Tenggara justru mengalami kemajuan. Bagaimana dengan Indonesia? Secara keseluruhan, 5 universitas Indonesia termasuk dalam peringkat dengan pemeringkatan THE ini yakni: Universitas Indonesia ( UI), Institut Teknologi Bandung ( ITB), Institut Pertanian Bogor ( IPB), Universitas Gadjah Mada ( UGM) dan Institut Teknologi 10 November ( ITS). UI menjadi satu-satunya universitas dari Indonesia yang masuk dalam 100 terbaik di posisi 82 setelah tahun lalu berada di posisi 184. ITB juga mengalami kenaikan 27 peringkat berada di posisi  146 bersama dengan Universitas Pertanian Nanjing di Cina.

Source: https://edukasi.kompas.com/read/2019/01/20/12565411/5-ptn-indonesia-masuk-daftar-universitas-terbaik-di-negara-berkembang.

Jur_Despro

INFO JURUSAN !!! [FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN]

Gambar terkait

Fakultas seni rupa dan desain  adalah fakultas yang berorientasi pada bidang seni dan seni terapan. Fakultas seni rupa dan desain ITB ini sudah ada semenjak tahun 1984 hingga pada saat ini fakultas seni rupa dan desain ITB mempunyai 5 program studi, yaitu seni rupa, kriya, desain komunikasi visual, desain produk dan desain interior.

1. Seni Rupa

Mempelajari tentang keindahan, baik secara teori maupun praktik. Bidang kajiannya yaitu seni lukis, seni patung, seni grafis, seni keramik, ilmu seni dan estetika, dan intermedia.

● trus apa sih yang dipelajari dalam Seni Rupa?
Kamu akan mempelajari  Sejarah seni rupa, Kritik seni rupa, Publikasi karya, Sosiologi seni, dll

2. Kriya

Mempelajari cara berkarya rupa dengan mendesain suatu produk fungsional yang mengutamakan nilai estetika, kualitas desain, dan filosofi. Program studi ini mempelajari kriya tekstil dan keramik.

● trus apa sih yang dipelajari dalam Kriya?
Tekstil : Ragam hias, Sejarah fashion, Batik, Ilustrasi fashion, dll
Keramik : Keramik dekorasi, Aplikasi digital, Glasir Keramik, Teknologi pembakaran keramik, dll

● Lalu apa yang bisa didapatkan dari prodi ini ?
Mempunyai kemampuan pengolahan bahan mentah ke produk jadi, mengenal nilai filosofis, etnis dan budaya, prinsip desain.

3. Desain Interior

Desain Interior mempelajari cara menciptakan suatu lingkungan binaan (ruang dalam) beserta elemen-elemen pendukungnya sehingga meningkatkan kualitas kehidupan manusia di dalamnya

● trus apa sih yang dipelajari dalam Desain Interior?
Prinsip desain interior, Studi gubahan ruang, Desain mebel, Tata suara dan cahaya, dll.

4. Desain Komunikasi Visual

Desain Komunikasi Visual mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik, dan media dengan memanfaatkan dasar-dasar visual ataupun rupa untuk menyampaikan pesan dengan tujuan tertentu (informasi atau persuasi). Program studi ini mempelajari desain grafis, multimedia, dan periklanan.

● trus apa sih yang dipelajari dalam DKV?
Tipografi dasar, Fotografi dasar, Animasi, Bahasa rupa, Metodologi desain, dll

● Apa yang akan kamu dapat dalam jurusan DKV?
Kamu akan mempunyai kemampuan mengolah bahasa visual, mengolah pesan, mencitrakan sebuah lembaga, nilai fungsional sebuah karya, dll.

5. Desain Produk

Desain Produk mempelajari perencanaan dan perancangan benda pakai untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan produk bagi kebutuhan manusia secara inovatif.

● Trus apa sih yang dipelajari dalam Desain Produk?
Ergonomi desain, Prinsip rekayasa produk, Bisnis desain, Pemodelan digital, dll

● Apa yang akan kamu dapat dalam jurusan Desain Produk?
Mempunyai kemampuan dalam menemukan Solusi kreatif agar produk nyaman digunakan, mudah diproduksi, berhasil di pasaran, dan bermanfaat bagi lingkungan penggunanya.


Source:
IG instagram.com/itbjtr_2019
LINE bit.ly/ITBJTR2019

#ITBJTR2019
#AkuMasukITB2019
#InfoJurusanITB

69247460

Kabar Gembira Awal Tahun, Kuota Beasiswa Bidikmisi Dinaikkan 50 Persen!

Kenaikan kuota penerima beasiswa Bidikmisi disampaikan Menristekdikti saat memberikan Kuliah Umum di Auditorium Profesor Wuryanto Universitas Negeri Semarang (Unnes) (2/1/2019).

Pemerintah akan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia pada tahun 2019. Terkait hal tersebut, alokasi anggaran untuk pendidikan tinggi akan ditingkatkan, termasuk kuota bagi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi.

“Ini perintah dari Presiden, supaya kalau bisa Bidikmisi dinaikkan 50 persen. Prioritas pembangunan akan digeser dari infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir. Kenaikan kuota penerima beasiswa ini disampaikan Menristekdikti saat memberikan Kuliah Umum “Membangun Generasi Milenial Indonesia yang Berkarakter dengan Semangat Prestasi” di Auditorium Profesor Wuryanto Universitas Negeri Semarang (Unnes) (2/1/2019).

Target 130 ribu mahasiswa

Dikutip dari siaran pers Kemenristekdikti, tahun 2018 kuota nasional Bidikmisi mencapai 85 ribu mahasiswa. Dengan demikian, pada tahun 2019, Pemerintah akan meningkatkan anggaran Bidikmisi agar penerimanya bisa mencapai 130 ribu mahasiswa di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan ini Menteri Nasir menyampaikan kiat berkompetisi di era Revolusi Industri 4.0 kepada mahasiswa Bidikmisi Unnes. Menteri Nasir menyampaikan mahasiswa perlu membuat visi hidup dan target yang akan dicapai paling tidak 10 tahun ke depan.

“Anda buat curriculum vitae (yang menjelaskan) 20 tahun lagi akan menjadi apa. Nanti dikawal untuk mencapai tujuan itu. Saya yakin Anda pasti bisa,” ungkap Menristekdikti.

Bagi masyarakat, beasiswa Bidikmisi telah diakui sangat bermanfaat. Beasiswa itu dinilai dapat memotong mata rantai kemiskinan karena anak-anak dari keluarga tidak mampu dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dan mewujudkan kehidupan lebih baik.

Jalur beasiswa lain

Pada 2018 mahasiswa Unnes yang mendapatkan Program Beasiswa Bidikmisi berjumlah 1208 mahasiswa dengan total mahasiswa aktif penerima Bidik Misi berjumlah 6004 mahasiswa.

Selain Bidik Misi, Pemerintah melalui Unnes juga memberikan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) kepada 1320 mahasiswa pada 2018. Unnes juga menerima mahasiswa yang mendapat Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua, Papua Barat dan wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) dengan jumlah 108 mahasiswa.

Rektor Unnes Fathur Rokhman memaparkan, mahasiswa Bidikmisi di kampusnya telah menunjukkan prestasi yang gemilang. Selain prestasi akademik, mahasiswa bidikmisi banyak yang sukses menjadi pengusaha dan inovator.

“Beberapa mahasiswa bahkan mengundurkan diri dari bidikmisi karena wirausahanya berhasil. Mereka merasa tidak lagi perlu beasiswa sehingga beasiswa tersebut diberikan kepada adik kelas yang lebih membutuhkan,” kata Fathur Rokhman.
Source :https://edukasi.kompas.com/read/2019/01/03/11210071/kabar-gembira-awal-tahun-kuota-beasiswa-bidikmisi-dinaikkan-50-persen.

086853100_1544033946-Finlandia_1

6 Fakta Menarik Pendidikan di Finlandia yang Dinilai Terbaik di Dunia

Finlandia

Pendidikan memang sangat penting untuk manusia. Bukan hanya diri sendiri tapi untuk bangsa dan negaranya. Di setiap negara seperti Finlandia pasti berbeda–beda dengan sistem pendidikannya, mulai dari jam belajar di sekolah, saat ujian nasional, serta materinya sekalipun.

Termasuk di dalamnya [Finlandia]( “”). Negara ini dinilai memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia dan dapat melahirkan sumber daya manusia yang menjanjikan. Dilansir dari Edweek, 6 November 2018, ada sejumlah faktor yang membuat standar pendidikan di Finlandia sangat tinggi.

Salah satunya adalah mempunyai guru yang berkualitas. Guru di negara Eropa tersebut harus diseleksi dengan ketat mulai dari nilai, integritas mereka, semangat mereka dalam mengajar, serta karya apa yang bisa menunjang pendidikan di Finlandia. Para guru harus meraih gelar master dan 10 besar lulusan terbaik dari suatu universitas.

Mungkin dunia pendidikan mereka jadi terkesan sangat berat dan serius. Mari simak enam fakta menarik seputar sistem pendidikan di Finlandia yang mungkin berbeda jauh dengan perkiraan kita.

Serba Gratis

Di Finlandia, semua sekolah dianggap sama, mereka tak mengenal sekolah unggulan atau favorit. Para orangtua tak perlu pusing memikirkan soal biaya pendidikan karena semuanya gratis. Bukan itu saja, sekolah di Finlandia juga menggratiskan biaya makan siang, transportasi, dan kesehatan.

Belajar 5 Jam Sehari

Para siswa Sekolah Dasar (SD) di Finlandia hanya menghabiskan waktu selama 4-5 jam per hari di sekolah. Untuk SMP dan SMA, memiliki sisten sama dengan perguruan tinggi. Mereka hanya datang ke sekolah pada jam mata pelajaran yang mereka pilih saja.

Bagi orang Finlandia mempercayai, jam sekolah yang singkat mampu meningkatkan efektivitas dan produktivitas siswa, sehingga menjadikan mereka anak-anak yang cerdas.

Finlandia

Di Finlandia, para pelajar tidak diberikan pekerjaan rumah alias PR. Jika ada itupun sangat minim. Mereka justru punya waktu istirahat hampir tiga kali lebih dari pelajar negara lain. Anak-anak jadi tidak merasa tertekan dengan memiliki beban pekerjaan rumah.

Mereka juga tidak mengenal sistem ranking, karena para pelajar tidak ada yang dianggap pintar atau bodoh. Hal ini membuat kesenjangan pendidikan di Finlandia sangat kecil.

Tak Ada Ujian Nasional

Pemerintah Finlandia mempercayai guru untuk evaluasi pelajaran siswa. Pemerintah di negara Skandinavia itu menganggap gurulah yang bisa menilai dan lebih tahu kemampuan siswanya. Hal ini membuat siswa tidak tertekan dan bebas mengasah kemampuan mereka di bidang yang mereka minati.

Banyak Istirahat dan Bermain

Finlandia

Di Finlandia, waktu istirahat sekolah bisa sampai 45 menit. Kegiatan di sekolah juga banyak diisi dengan bermain. Mereka percaya setiap siswa akan berhasil jika memiliki waktu bersantai atau beristirahat yang cukup. Para orangtua percaya bahwa anak-anak bisa belajar melalui banyak cara, salah satunya bermain.

Fasilitas Lengkap

Bagi masyarakat Finlandia, kesuksesan pendidikan anak mereka juga ditentukan oleh fasilitas sekolah yang memadai. Karena itu di dalam sekolah banyak ruang-ruang bermain atau diskusi bersama.

Selain itu, ruang olahraga juga banyak tersedia untuk membuat pikiran dan tubuh siswa bisa segar setiap saat.

 

Source : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3800316/6-fakta-menarik-pendidikan-di-finlandia-yang-dinilai-terbaik-di-dunia

1271858291

FIA UI Peduli Batik Betawi

Fakultas Ilmu Adminsitrasi dan Fakultas Hukum Universitas Indonesia melakukan pengabdian masyarakat berupa pendampingan bisnis dan HAKI kepada UMKM Batik Betawi di Jakarta.

Selama ini DKI Jakarta hanya terkenal dengan Soto Betawinya, ada yang lupa bahwa Betawi juga mempunyai batik yang khas. Tak tanggung-tanggung saat ini terdapat 12 UMKM Batik Betawi ini tersebar di Jabodetabek. Sentra batik ini aktif memproduksi batik khas Betawi baik jenis cap dan tulis, dengan berbagai nuansa Betawi seperti motif ondel-ondel, Monumen Nasional, Patung Pancoran bahkan motif alat musik tanjidor. Hanya saja walaupun sudah beberapa tahun berdiri, para UMKM ini belum mendaftarkan hak ciptanya kepada pemerintah. Maka wajar bila beberapa tahun lalu batik terogong salah satu batik yang terkenal di masyarakat Betawi pernah diplagiat dengan diproduksi secara massal. Akan tetapi, tidak bisa ditindaklanjuti karena belum didaftarkan hak ciptanya.

Hal inilah mendasari 3 dosen Fakultas Ilmu Adminsitrasi Universitas Indonesia ( FIA UI) dan 1 dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia melakukan pengabdian masyarakat berupa pendampingan bisnis dan HAKI kepada UMKM Batik Betawi di Jakarta.

Model bisnis dan hak cipta

. Batik Betawi siap digital Sedangkan dalam menyusun model bisnis, Nurul dan tim juga membuat buku panduan Cara Menggunakan Business Model canvas untuk UMKM Batik. Nurul mengarahkan UMKM untuk siap secara digital dengan memperhatikan profil bisnis mereka. Mulai dari target konsumen mereka, keunggulan produk, menjaga hubungan dengan pelanggan, strategi pemasaran mereka dan lainnya. “Setelah pelaku UMKM mengetahui secara mendalam bisnis yang mereka jalani maka mereka akan mampu menyusun berbagai strategi bisnis agar bisnis batik Betawi ini tetap bertahan,” kata Nurul. Pelatihan ini dihadiri 10 orang peserta berasal dari UMKM Batik Seraci, Batik Setu Babakan, Batik Terogong, dan Batik Kemayoran.

Source : https://edukasi.kompas.com/read/2018/12/09/20245111/fia-ui-peduli-batik-betawi

532707777

5 Universitas Terbaik Indonesia 2019 versi Times Higher Education

Ilustrasi World University Rankings (WUR) versi The Times Higher Education  (THE)

The Times Higher Education (THE) telah merilis pemeringkatan universitas dunia (World University Rankings/WUR) untuk tahun 2019 dengan melibatkan lebih dari 1.250 perguruan tinggi.

Secara rutin THE menggunakan 5 indikator penting dalam menentukan pemeringkatan ini yakni meliputi: pengajaran (30%), riset (30%), kutipan penelitian (30%), rasio dosen/mahasiswa/kelas internasional (7,5%) dan dampak ke dunia industri/bisnis (2,5%).

Berdasarkan ke-5 indikator tersebut, ada 5 universitas di Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan tersebut. Universitas apa saja?

5 universitas terbaik Indonesia versi THE

Ilustrasi 5 Universitas Terbaik Indonesia versi The Times Higher Education

5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ( ITS), peringkat 1001 +, dengan total nilai 9.8 – 18.9.

4. Universitas Gadjah Mada ( UGM), peringkat 1.001+, dengan total nilai 9.8 – 18.9.

3. Institut Pertanian Bogor ( IPB), peringkat 1.001+, dengan total nilai 9.8 – 18.9.

2. Institut Teknologi Bandung ( ITB), peringkat 801-1.000, dengan total nilai 19 – 25.9.

1. Universitas Indonesia ( UI), peringkat 601-800, dengan total nilai 26-33.4.

Meski ITS, UGM dan ITB berada dalam klaster yang sama, urutan pemeringkatan tetap dilakukan berdasarkan nilai tertinggi dari setiap indikator yang telah ditentukan.

ITS menjadi universitas baru dari Indonesia yang masuk dalam daftar WUR THE tahun ini. Tahun sebelumnya, UI berada diperingkat ke-3 setelah UGM dan ITB. Jumlah universitas Indonesia yang masuk dalam daftar WUR THE terus mengalami peningkatan dari hanya 2 universitas di tahun 2017 menjadi 5 universitas di tahun 2018.

Daftar lengkap pemeringkatan universitas di Indonesia versi THE dapat dilihat melalui tautan ini.

Sumber : https://edukasi.kompas.com/read/2018/10/11/17042881/5-universitas-terbaik-indonesia-2019-versi-times-higher-education

1780711573

“Ridwan Kamil Gandeng IPB untuk Program “Satu Desa, Satu Perusahaan”

Ridwan Kamil bertemu Rektor IPB Arif Satria dan rombongan membahas perkembangan Program Studi Di luar Kampus Utama, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor (PSDKU SV-IPB) Sukabumi di Kantor Gubernur, Bandung, Rabu (31/10/2018).

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengharapkan kerjasama Institut Pertanian Bogor ( IPB) dalam perancangan konsep dan pelaksanaan program andalan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu Satu Desa Satu Perusahaan (One Village One Company). Hal ini disampaikan Ridwan Kamil saat bertemu Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria dan rombongan untuk membahas perkembangan Kampus Program Studi Di luar Kampus Utama, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor (PSDKU SV-IPB) Sukabumi di Kantor Gubernur, Bandung, Rabu (31/10/2018). Dikutip dari laman resmi IPB, Ridwan Kamil akan melibatkan IPB untuk melakukan riset menentukan komoditas yang dibutuhkan pasar serta mencari mitra perusahaan sebagai pembeli (off takers). “Pada dasarnya program satu desa satu perusahaan merupakan strategi mengatasi ketimpangan ekonomi di Jawa Barat dengan harapan warga pedesaan bisa lebih mandiri tanpa harus merantau ke perkotaan.” Lebih lanjut Ridwan Kamil mengatakan, program satu desa satu perusahaan diharapkan dapat menarik generasi muda untuk menekuni bidang usaha pertanian dengan memanfaatkan platform teknologi digital (internet, drone dan e-commerce).

“Saya mengharapkan agar IPB dapat menghasilkan alumni yang nantinya dapat bekerja sebagai CEO yang memimpin perusahaan di desa,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Rektor IPB, Dr. Arif Satria mengatakan, saat ini Kampus PSDKU SV-IPB Sukabumi sedang dibangun di atas lahan seluas 30 hektar di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. “Di Kampus tersebut saat ini sedang dibangun dua gedung yaitu Gedung Akademik dan Gedung Administrasi. Selain itu, di kampus ini akan dibangun teaching lab/industry,” jelas Rektor. Dekan Sekolah Vokasi (SV) IPB, Arief Daryanto menambahkan, selama ini SV IPB telah menjalin kerjasama yang sangat baik dengan berbagai pihak dalam memanfaatkan berbagai laboratorium yang mereka kelola di Sukabumi untuk keperluan praktik para mahasiswa vokasi. “Diantaranya kerjasama dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi dan Kawasan Agribisnis Cikundul seluas 4,5 hektar, yang saat ini sedang dikembangkan menjadi Zona Hortikultura. Zona ini terdiri dari Screen House, Laboratorium Kultur Jaringan, Hidroponik dan Rumah Jamur, Zona Perikanan, Zona Peternakan dan Zona Pustaka Tanaman, yang dilengkapi dengan pengolahan biogas dan taman bermain,” kata Arief.

Sumber : https://edukasi.kompas.com/read/2018/11/05/20564001/ridwan-kamil-gandeng-ipb-untuk-program-satu-desa-satu-perusahaan