Keren Parah, Hampir Separuh Lulusan UGM Tahun Ini Lulus Cum Laude

UGM mewisuda 3.755 lulusan sarjana dan diploma. Dengan jumlah sebanyak itu, prosesi wisuda dilaksanakan selama dua hari, 21-22 Agustus di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta.

Universitas Gadjah Mada ( UGM) mewisuda 3.755 lulusan sarjana dan diploma. Dengan jumlah sebanyak itu, prosesi wisuda dilaksanakan selama dua hari, 21-22 Agustus di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta.

Hebatnya, jumlah wisudawan berpredikat cum laude atau memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rerata 3.40 – 3.59 untuk program sarjana adalah 1.128 lulusan dan diploma sebanyak 562 lulusan atau mencapai hampir separuh dari lulusan.

Seperti diwartakan laman resmi UGM, IPK rata-rata program sarjana adalah 3,40. Wisudawan meraih IPK tertinggi program sarjana periode ini diraih Fernandia Sheila Meidi dari Prodi Kehutanan yang lulus dengan IPK 3,99.

Sedangkan IPK rata-rata program diploma diraih Anggi Prastika Larasati dari Prodi D3 Kesehatan Hewan, Sekolah Vokasi, yang lulus dengan IPK 3,93.

Wisudawan termuda

Rerata usia lulusan program sarjana adalah 22 tahun 10 bulan, sedangkan program diploma 21 tahun 4 bulan. Predikat lulusan termuda program sarjana diraih Aldo Meyolla Geraldino dari Prodi Kedokteran yang menyelesaikan studi sarjananya pada usia 18 tahun 8 bulan 1 hari.

Sedangkan lulusan termuda untuk program diploma diraih Sukma Suci Safitri dari Prodi D3 Pariwisata, Sekolah Vokasi, yang menyelesaikan studi diploma pada usia 19 tahun 8 bulan.

Masa studi rata-rata untuk wisudawan program sarjana adalah 4 tahun 3 bulan. Waktu studi tersingkat program sarjana diraih Nadya Imerelda Tambunan dari Prodi Ilmu Hubungan Internasional, yang lulus dalam waktu 3 tahun 3 bulan 26 hari.

Sementara untuk program diploma III (D3) adalah 3 tahun dan Diploma IV (D4) adalah 4 tahun 4 bulan. Waktu tersingkat untuk lulusan diploma diraih Hamdan Akbar dari Prodi D3 Komputer dan Sistem Informasi, Sekolah Vokasi, yang menyelesaikan studi dalam waktu 2 tahun 8 bulan 17 hari.

Wakil Wisudawan, Vincetia Fanny Gita Rosari dari Fakultas Kedokteran dalam pidatonya berharap UGM selalu terus menjulang tinggi dengan prestasi di tingkat dunia, namun tetap memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“ UGM harus tetap tetap ‘membumi’ dengan mengabdi ke masyarakat melalui hasil penelitian yang berguna bagi bangsa dan negara,” katanya.

SDM unggul dan kompetitif

Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono dalam pidato sambutan bertema “SDM Unggul, Indonesia Maju” menyampaikan pembangunan SDM unggul menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia di masa depan.

Rektor UGM berharap lewat SDM unggul di segala bidang akan membuat nantinya bangsa Indonesia mampu bersaing secara global di era industri 4.0.

Rektor juga mengutip pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo yang mengingatkan saat ini kita tengah berada dalam dunia baru yakni dunia yang jauh berbeda di banding era sebelumnya. “Dunia tidak semata-mata sedang berubah tetapi sedang terdisrupsi,” katanya.

Di era disrupsi ini jenis pekerjaan, menurut Rektor, bisa berubah setiap saat. Banyak pekerjaan lama yang hilang, tetapi juga makin banyak jenis pekerjaan baru yang bermunculan. “Ada keterampilan mapan yang tiba-tiba tidak relevan dan ada keterampilan baru yang meledak yang dibutuhkan,” katanya.

Adapun proses peningkatan kualitas SDM dapat ditempuh dengan perbaikan pendidikan untuk menjalankan kemajuan teknologi seiring kemajuan industri 4.0.

“Karena itu perguruan tinggi berperan sebagai agen perubahan yang dinanti oleh bangsa ini dalam menjawab berbagai tantangan yang ada,” tuturnya. UGM sebagai pengemban mandat pendidikan nasional, kata Rektor, diharuskan terus melakukan inovasi dalam proses belajar mengajar serta kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman.

Source : https://edukasi.kompas.com/read/2019/08/26/07300021/ini-keren-hampir-separuh-lulusan-ugm-tahun-ini-lulus-cum-laude