086853100_1544033946-Finlandia_1

6 Fakta Menarik Pendidikan di Finlandia yang Dinilai Terbaik di Dunia

Finlandia

Pendidikan memang sangat penting untuk manusia. Bukan hanya diri sendiri tapi untuk bangsa dan negaranya. Di setiap negara seperti Finlandia pasti berbeda–beda dengan sistem pendidikannya, mulai dari jam belajar di sekolah, saat ujian nasional, serta materinya sekalipun.

Termasuk di dalamnya [Finlandia]( “”). Negara ini dinilai memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia dan dapat melahirkan sumber daya manusia yang menjanjikan. Dilansir dari Edweek, 6 November 2018, ada sejumlah faktor yang membuat standar pendidikan di Finlandia sangat tinggi.

Salah satunya adalah mempunyai guru yang berkualitas. Guru di negara Eropa tersebut harus diseleksi dengan ketat mulai dari nilai, integritas mereka, semangat mereka dalam mengajar, serta karya apa yang bisa menunjang pendidikan di Finlandia. Para guru harus meraih gelar master dan 10 besar lulusan terbaik dari suatu universitas.

Mungkin dunia pendidikan mereka jadi terkesan sangat berat dan serius. Mari simak enam fakta menarik seputar sistem pendidikan di Finlandia yang mungkin berbeda jauh dengan perkiraan kita.

Serba Gratis

Di Finlandia, semua sekolah dianggap sama, mereka tak mengenal sekolah unggulan atau favorit. Para orangtua tak perlu pusing memikirkan soal biaya pendidikan karena semuanya gratis. Bukan itu saja, sekolah di Finlandia juga menggratiskan biaya makan siang, transportasi, dan kesehatan.

Belajar 5 Jam Sehari

Para siswa Sekolah Dasar (SD) di Finlandia hanya menghabiskan waktu selama 4-5 jam per hari di sekolah. Untuk SMP dan SMA, memiliki sisten sama dengan perguruan tinggi. Mereka hanya datang ke sekolah pada jam mata pelajaran yang mereka pilih saja.

Bagi orang Finlandia mempercayai, jam sekolah yang singkat mampu meningkatkan efektivitas dan produktivitas siswa, sehingga menjadikan mereka anak-anak yang cerdas.

Finlandia

Di Finlandia, para pelajar tidak diberikan pekerjaan rumah alias PR. Jika ada itupun sangat minim. Mereka justru punya waktu istirahat hampir tiga kali lebih dari pelajar negara lain. Anak-anak jadi tidak merasa tertekan dengan memiliki beban pekerjaan rumah.

Mereka juga tidak mengenal sistem ranking, karena para pelajar tidak ada yang dianggap pintar atau bodoh. Hal ini membuat kesenjangan pendidikan di Finlandia sangat kecil.

Tak Ada Ujian Nasional

Pemerintah Finlandia mempercayai guru untuk evaluasi pelajaran siswa. Pemerintah di negara Skandinavia itu menganggap gurulah yang bisa menilai dan lebih tahu kemampuan siswanya. Hal ini membuat siswa tidak tertekan dan bebas mengasah kemampuan mereka di bidang yang mereka minati.

Banyak Istirahat dan Bermain

Finlandia

Di Finlandia, waktu istirahat sekolah bisa sampai 45 menit. Kegiatan di sekolah juga banyak diisi dengan bermain. Mereka percaya setiap siswa akan berhasil jika memiliki waktu bersantai atau beristirahat yang cukup. Para orangtua percaya bahwa anak-anak bisa belajar melalui banyak cara, salah satunya bermain.

Fasilitas Lengkap

Bagi masyarakat Finlandia, kesuksesan pendidikan anak mereka juga ditentukan oleh fasilitas sekolah yang memadai. Karena itu di dalam sekolah banyak ruang-ruang bermain atau diskusi bersama.

Selain itu, ruang olahraga juga banyak tersedia untuk membuat pikiran dan tubuh siswa bisa segar setiap saat.

 

Source : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3800316/6-fakta-menarik-pendidikan-di-finlandia-yang-dinilai-terbaik-di-dunia

1271858291

FIA UI Peduli Batik Betawi

Fakultas Ilmu Adminsitrasi dan Fakultas Hukum Universitas Indonesia melakukan pengabdian masyarakat berupa pendampingan bisnis dan HAKI kepada UMKM Batik Betawi di Jakarta.

Selama ini DKI Jakarta hanya terkenal dengan Soto Betawinya, ada yang lupa bahwa Betawi juga mempunyai batik yang khas. Tak tanggung-tanggung saat ini terdapat 12 UMKM Batik Betawi ini tersebar di Jabodetabek. Sentra batik ini aktif memproduksi batik khas Betawi baik jenis cap dan tulis, dengan berbagai nuansa Betawi seperti motif ondel-ondel, Monumen Nasional, Patung Pancoran bahkan motif alat musik tanjidor. Hanya saja walaupun sudah beberapa tahun berdiri, para UMKM ini belum mendaftarkan hak ciptanya kepada pemerintah. Maka wajar bila beberapa tahun lalu batik terogong salah satu batik yang terkenal di masyarakat Betawi pernah diplagiat dengan diproduksi secara massal. Akan tetapi, tidak bisa ditindaklanjuti karena belum didaftarkan hak ciptanya.

Hal inilah mendasari 3 dosen Fakultas Ilmu Adminsitrasi Universitas Indonesia ( FIA UI) dan 1 dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia melakukan pengabdian masyarakat berupa pendampingan bisnis dan HAKI kepada UMKM Batik Betawi di Jakarta.

Model bisnis dan hak cipta

. Batik Betawi siap digital Sedangkan dalam menyusun model bisnis, Nurul dan tim juga membuat buku panduan Cara Menggunakan Business Model canvas untuk UMKM Batik. Nurul mengarahkan UMKM untuk siap secara digital dengan memperhatikan profil bisnis mereka. Mulai dari target konsumen mereka, keunggulan produk, menjaga hubungan dengan pelanggan, strategi pemasaran mereka dan lainnya. “Setelah pelaku UMKM mengetahui secara mendalam bisnis yang mereka jalani maka mereka akan mampu menyusun berbagai strategi bisnis agar bisnis batik Betawi ini tetap bertahan,” kata Nurul. Pelatihan ini dihadiri 10 orang peserta berasal dari UMKM Batik Seraci, Batik Setu Babakan, Batik Terogong, dan Batik Kemayoran.

Source : https://edukasi.kompas.com/read/2018/12/09/20245111/fia-ui-peduli-batik-betawi

532707777

5 Universitas Terbaik Indonesia 2019 versi Times Higher Education

Ilustrasi World University Rankings (WUR) versi The Times Higher Education  (THE)

The Times Higher Education (THE) telah merilis pemeringkatan universitas dunia (World University Rankings/WUR) untuk tahun 2019 dengan melibatkan lebih dari 1.250 perguruan tinggi.

Secara rutin THE menggunakan 5 indikator penting dalam menentukan pemeringkatan ini yakni meliputi: pengajaran (30%), riset (30%), kutipan penelitian (30%), rasio dosen/mahasiswa/kelas internasional (7,5%) dan dampak ke dunia industri/bisnis (2,5%).

Berdasarkan ke-5 indikator tersebut, ada 5 universitas di Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan tersebut. Universitas apa saja?

5 universitas terbaik Indonesia versi THE

Ilustrasi 5 Universitas Terbaik Indonesia versi The Times Higher Education

5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ( ITS), peringkat 1001 +, dengan total nilai 9.8 – 18.9.

4. Universitas Gadjah Mada ( UGM), peringkat 1.001+, dengan total nilai 9.8 – 18.9.

3. Institut Pertanian Bogor ( IPB), peringkat 1.001+, dengan total nilai 9.8 – 18.9.

2. Institut Teknologi Bandung ( ITB), peringkat 801-1.000, dengan total nilai 19 – 25.9.

1. Universitas Indonesia ( UI), peringkat 601-800, dengan total nilai 26-33.4.

Meski ITS, UGM dan ITB berada dalam klaster yang sama, urutan pemeringkatan tetap dilakukan berdasarkan nilai tertinggi dari setiap indikator yang telah ditentukan.

ITS menjadi universitas baru dari Indonesia yang masuk dalam daftar WUR THE tahun ini. Tahun sebelumnya, UI berada diperingkat ke-3 setelah UGM dan ITB. Jumlah universitas Indonesia yang masuk dalam daftar WUR THE terus mengalami peningkatan dari hanya 2 universitas di tahun 2017 menjadi 5 universitas di tahun 2018.

Daftar lengkap pemeringkatan universitas di Indonesia versi THE dapat dilihat melalui tautan ini.

Sumber : https://edukasi.kompas.com/read/2018/10/11/17042881/5-universitas-terbaik-indonesia-2019-versi-times-higher-education

1780711573

“Ridwan Kamil Gandeng IPB untuk Program “Satu Desa, Satu Perusahaan”

Ridwan Kamil bertemu Rektor IPB Arif Satria dan rombongan membahas perkembangan Program Studi Di luar Kampus Utama, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor (PSDKU SV-IPB) Sukabumi di Kantor Gubernur, Bandung, Rabu (31/10/2018).

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengharapkan kerjasama Institut Pertanian Bogor ( IPB) dalam perancangan konsep dan pelaksanaan program andalan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu Satu Desa Satu Perusahaan (One Village One Company). Hal ini disampaikan Ridwan Kamil saat bertemu Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria dan rombongan untuk membahas perkembangan Kampus Program Studi Di luar Kampus Utama, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor (PSDKU SV-IPB) Sukabumi di Kantor Gubernur, Bandung, Rabu (31/10/2018). Dikutip dari laman resmi IPB, Ridwan Kamil akan melibatkan IPB untuk melakukan riset menentukan komoditas yang dibutuhkan pasar serta mencari mitra perusahaan sebagai pembeli (off takers). “Pada dasarnya program satu desa satu perusahaan merupakan strategi mengatasi ketimpangan ekonomi di Jawa Barat dengan harapan warga pedesaan bisa lebih mandiri tanpa harus merantau ke perkotaan.” Lebih lanjut Ridwan Kamil mengatakan, program satu desa satu perusahaan diharapkan dapat menarik generasi muda untuk menekuni bidang usaha pertanian dengan memanfaatkan platform teknologi digital (internet, drone dan e-commerce).

“Saya mengharapkan agar IPB dapat menghasilkan alumni yang nantinya dapat bekerja sebagai CEO yang memimpin perusahaan di desa,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Rektor IPB, Dr. Arif Satria mengatakan, saat ini Kampus PSDKU SV-IPB Sukabumi sedang dibangun di atas lahan seluas 30 hektar di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. “Di Kampus tersebut saat ini sedang dibangun dua gedung yaitu Gedung Akademik dan Gedung Administrasi. Selain itu, di kampus ini akan dibangun teaching lab/industry,” jelas Rektor. Dekan Sekolah Vokasi (SV) IPB, Arief Daryanto menambahkan, selama ini SV IPB telah menjalin kerjasama yang sangat baik dengan berbagai pihak dalam memanfaatkan berbagai laboratorium yang mereka kelola di Sukabumi untuk keperluan praktik para mahasiswa vokasi. “Diantaranya kerjasama dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi dan Kawasan Agribisnis Cikundul seluas 4,5 hektar, yang saat ini sedang dikembangkan menjadi Zona Hortikultura. Zona ini terdiri dari Screen House, Laboratorium Kultur Jaringan, Hidroponik dan Rumah Jamur, Zona Perikanan, Zona Peternakan dan Zona Pustaka Tanaman, yang dilengkapi dengan pengolahan biogas dan taman bermain,” kata Arief.

Sumber : https://edukasi.kompas.com/read/2018/11/05/20564001/ridwan-kamil-gandeng-ipb-untuk-program-satu-desa-satu-perusahaan

ig post lion air 29 oktober 2018

#PrayForLionAirJT-610

ig post lion air 29 oktober 2018” Kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa saudara/i kita dalam musibah ini…semoga para korban di tempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah S.W.T, dan semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini….Amin ” #PrayForLionAirJT-610 #LionAir

 

antarafoto-raker-kemenristekdikti-komisi-x-180117-hma-5_ratio-16x9

Kebijakan Baru SBMPTN 2019: Tes Dulu, Dapat Nilai, Baru Daftar PTN

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi  Muhammad Nasir. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./pd/17

“Kalau biasanya, peserta daftar dulu baru tes. Ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilainya dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri.”

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menetapkan kebijakan baru terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2019.

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir dalam konferensi pers Seleksi Masuk Perguruan Tinggi negeri 2019 di Jakarta, Senin (22/10/2018) menyatakan terdapat sejumlah ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk sistem tes yang dilakukan sebelum peserta mendaftar ke PTN.

“Kalau biasanya, peserta daftar dulu baru tes. Ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilainya dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri,” katanya.

Ia menambahkan, pada pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan dan UTBK berbasis Android sementara belum diterapkan.

Menteri Nasir menambahkan, materi tes yang dikembangkan dalam UTBK 2019 adalah Tes potensial skolastik (TPS) dan Tes kompetensi akademik (TKA) dengan kelompok ujian saintek atau soshum.

Peserta tes, lanjut Nasir, dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali, tujuannya ialah menjaring calon mahasiswa yang berkualitas.

“Jika kurang puas dengan hasil tes pertama, maka peserta boleh ikut tes lagi,” ucap Nasir.

Kemudian, hasil kedua tes dapat dijadikan nilai acuan bagi PTN yang dituju. Nasir mengatakan peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan. Dalam dua kali UTBK, jenis soal akan sama, namun pertanyaannya akan berbeda.

“Mulai tahun 2019 Kemenristekdikti akan memberlakukan kebijakan di bidang seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan oleh institut bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) 2019,” kata Ketua Panitian Pusat SNPMB PTN 2018 dalam rilis persnya.

Pola seleksi masuk PTN tahun 2019 akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, SNMPTN dengan daya tampung minimal 20%, SBMPTN minimal 40% dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN.

“Ini adalah perubahan revolusi di dalam sistem penerimaan mahasiswa perguruan tinggi,” lanjut Menteri Nasir.

“Ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilainya dipakai untuk mendaftar ke PTN.”

Sumber : https://tirto.id/kebijakan-baru-sbmptn-2019-tes-dulu-dapat-nilai-baru-daftar-ptn-c8lc

large-itb-3-a4d898df9a6c5608871b6f9135bf88ba

10 Kampus dengan Nilai Rata-rata Tertinggi SBMPTN 2018. Kampusmu Ada?

Inilah 10 Kampus dengan Nilai Rata-rata Tertinggi SBMPTN 2018. Adakah Kampusmu?

Hasil pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 telah dilakukan. Tercatat dari 860.001 peserta tes, hanya kurang dari 200.000 peserta, tepatnya 165.831 yang lolos dalam seleksi ini. Artinya hanya 19% yang lolos dalam seleksi tersebut atau dengan kata lain satu kursi di satu PTN diperebutkan oleh sekitar 20 calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Dari keseluruhan PTN yang dipilih calon mahasiswa, Institut Teknologi Bandung (ITB) menduduki posisi pertama dengan nilai rata-rata penerimaan calon mahasiswa melalui jalur SBMPTN tertinggi. Posisi tersebut pun mencakup 2 bidang yang ada, yakni saintek dan soshum.

Berikut CNN Indonesia merangkum 10 kampus dengan nilai rata-rata tertinggi penerimaan melalui jalur SBMPTN 2018.

Bidang Saintek:

  1. ITB dengan nilai rata-rata 659,25
  2. UI dengan nilai rata-rata 638,39
  3. UGM dengan nilai rata-rata 632,79
  4. ITS dengan nilai rata-rata 623,50
  5. UNAIR dengan nilai rata-rata 610,89
  6. IPB dengan nilai rata-rata 610,09
  7. UNDIP dengan nilai rata-rata 608,69
  8. UNS dengan nilai rata-rata 606,69
  9. UNPAD dengan nilai rata-rata 605,68
  10. UPNV Jakarta dengan nilai rata-rata 599,99

Bidang Soshum:

  1. ITB dengan nilai rata-rata 648,33
  2. UGM dengan nilai rata-rata 648,08
  3. UI dengan nilai rata-rata 643,47
  4. ITS dengan nilai rata-rata 623,60
  5. UNAIR dengan nilai rata-rata 620,13
  6. UNDIP dengan nilai rata-rata 619,87
  7. UNPAD dengan nilai rata-rata 613,60
  8. UB dengan nilai rata-rata 613,60
  9. UPNV Yogyakarta dengan nilai rata-rata 608,59
  10. UNS dengan nilai rata-rata 602,80

Untuk program studi yang paling banyak diminati hampir sama dengan tahun sebelumnya. Diantaranya adalah Ilmu Kedokteran, Farmasi, Teknik Informatika untuk bidang Saintek dan Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi untuk bidang Soshum.

 

Sumber : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/07/04/inilah-10-kampus-dengan-nilai-rata-rata-tertinggi-sbmptn-2018-adakah-kampusmu

penerimaanptn

Kenalilah Medan Perangmu

penerimaanptn

Oleh: Rusdianto

Adik adik sekalian, para pemimpi masuk PTN,

Berhasil lolos masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) idaman adalah cita-cita kalian dan sebagian besar siswa-siswi SMA umumnya. Sementara dari tahun ke tahun persaingan untuk mendapatkan kursi di PTN idaman sangat ketat. Untuk menghadirkan mimpi atau cita-cita tersebut agar menjadi nyata, tentunya diperlukan persiapan total sedini mungkin . Siswa-siswi yang tidak serius dalam belajar dan tidak memiliki pola belajar yang baik, terarah serta wawasan yang jelas tentang masa depan, sebaiknya jangan berharap dapat diterima di PTN idaman.

Persiapan total bukan hanya mampu mengerjakan soal, paham konsep-konsep yang menunjang, tetapi juga perlu ditunjang dengan strategi yang jitu dan benar, konsentrasi yang penuh, memaksimalkan persiapan akademis, psikologis, ketahanan fisik yang prima , mental serta rohani yang kuat sehingga sasarannya tidak hanya berhasil menembus SNMPTN, SBMPTN, SIMAK UI, UM-PTN belaka, tetapi lebih jauh ke depan yakni “safe” dalam kuliah dan masa depan.

Adik adik sekalian,

Ada satu hal yang turut menhantarkan kalian sukses masuk PTN idaman , yakni kalian harus mengenal lebih jauh seluk beluk medan perang yang akan kalian hadapi, agar kalian keluar sebagai pemenang.

Nah, berikut ini saya jelaskan pola penerimaan mahasiswa baru PTN yang akan kalian hadapi :

( 1) SNM-PTN ( Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ).Jalur masuk PTN non tertulis ini melihat kompetensi akademik ( raport ) dan kompetensi /prestasi non akademik lainnya. Di Jalur undangan ini memperebutkan 160 ribuan kursi kuliah di PTN (30 % – 60 % kursi yang ada) dengan peserta 2,5 jutaan siswa kelas 12 dari 16 ribuan sekolah baik dari SMA, MA dan SMK se Indonesia. Hasil SNMPTN akan diumumkan setelah UN . Untuk siswa yang gagal di SNMPTN, masih ada peluang di “pertarungan sesungguhnya” yakni di Seleksi tertulis.

Di dalam SNMPTN ini, yang akan dilihat adalah raport kalian dari semester 1 s/d 5 tetapi yang dihitung adalah nilai raport dari semester 3 s/d 5 di SMA , dengan menitik beratkan 6 mata pelajaran yang di UN kan saja.

Bagaimana pola penilaiannya ?

Untuk SNMPTN ini, yang menjadi acuan adalah indeks sekolah kalian di mata PTN, besar kecilnya indeks sekolah kalianlah yang akan menentukan berapa banyak siswa-siswi nya mendapatkan peluang untuk diterima di PTN. Adik-adik harus memiliki strategi di dalam pemilihan program studi ( prodi )atau fakultas yang akan diambil, karena bisa jadi teman sebangku atau sekelas akan bertarung memperebutkan prodi yang sama.Lihatlah posisi anda, apakah kalian yang terbaik di dalam pertarungan ini.Jika sekolah SMA/ MA/ SMK kalian masih menjadi pendatang baru di medan perang SNMPTN atau belum ada kelulusan dari sekolah kalian di PTN ternama maka jangan berharap banyak untuk bisa tembus di SNMPTN, hanya sebuah anugerah atau mukjizat jika kalian bisa tembus di prodi / fakultas favorite. Biasanya PTN di pertarungan ini memberikan kesempatan untuk SMA pendatang baru di prodi atau fakultas non favorite hanya 1 atau beberapa kursi saja..

Di SNMPTN diperbolehkan memilih 2 PTN yang masing masing 2 prodi, tetapi jumlahnya menjadi 3 prodi saja dan salah satu PTN berada di propinsi / daerah yang sama dengan SMA kalian.Di dalam pemilihan prodi dan PTN, biasanya PTN tidak mau di nomor duakan. PTN lebih memilih peserta yang memilih pada pilihan pertamanya.Oleh karena itu aturlah strategi yang jitu dan benar.

Yang menjadi parameter penilaian sukses di SNMPTN adalah indeks sekolah dan prestasi akademik siswa Besar kecilnya Indeks sekolah ditentukan oleh :

  • Akreditasi sekolah.
  • Jumlah kelulusan alumni yang di terima di PTN khususnya di jalur SNMPTN
  • Indeks prestasi kelulusannya di saat kuliah di semester pertama ( untuk alumni di 3 tahun terakhir ).

 

(2) SBMPTN ( Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), Seleksi tertulis ini akan diadakan serentak di seluruh Indonesia biasanya sekitar awal Juni ini . Bahan yang diujikan sepertinya sama seperti tahun-tahun sebelumnya yakni TKPA ( berisikan numerik, verbal dan figural/ spasial, matemarika dasar, bahasa indonesia dan bahasa Inggris). Untuk IPA / Saintek ( matematika IPA, Fisika, Kimia dan Biologi ) untuk IPS / soshum ( ekonomi, akuntansi, geografi, sosiologi ) dengan masing masing bobot 10 %. Pola penilaian, jika benar dikali 4 , salah dikurang 1 dan kosong diberi nilai nol ) .

Dengan porsi kursi yang diperebutkan di PTN umumnya berkisar 30 s/d 50 %. (khusus untuk ITB tinggal 40% kursi )untuk Universitas Indonesia ( UI ), kursi kuliah melalui SBMPTN 30 %) dan sisanya diperebutkan melalui SIMAK UI dan untuk beberapa PTN lain juga diadakan seleksi tertulis melalui jalur mandiri,

(3) UMB-PTN ( Ujian Masuk Bersama –PTN ). Ujian tertulis yang dilakukan oleh beberapa PTN dan PTS secara bersama- sama dan dari serangkaian ujian ujian seleksi tertulis masuk PTN biasanya di jadwalkan akhir dari rangkaian ujian tertulis,

(4) UM-PTN ( Ujian Mandiri –PTN ). Ujian Tertulis secara mandiri yang dilakukan oleh masing masing PTN, Pola soalnya hampir mirip baik bentuk soal dan tingkat kesulitannya dengan soal SBMPTN bahkan ada yang sedikit diatas soal UN. Dibeberapa PTN khususnya PTN keagamaan misalnya UIN, test tertulis juga dimasukan materi keagamaan. Untuk beberapa UM-PTN ada pola penilaiannya mengambil data base pesertanya dari data di SBMPTN. Contoh UM-PTN diantaranya UTUL ( Ujian Tulis ) UGM, UTM IPB ( Ujian Talenta Masuk IPB, Selma ( Seleksi Masuk ) Brawijaya. Ujian Mandiri UNDIP dan UM-UNAIR, ITS dan sebagainya.

(4) SIMAK UI ( seleksi Masuk Universitas Indonesia ), Seleksi Tertulis Mandiri khusus UI ini biasanya diadakan setelah SBMPTN ,soal yang diujikan tingkat kesulitannya diatas soal SBMPTN. Di SIMAK UI kursi yang diperebutkan 20- 40 % dari total kursi yang ada. Di SIMAK UI kesempatan bisa lulus sangat besar, karena peserta dapat memilih maksimum 8 Program Studi yakni 3 di program reguler, 3 di program vokasi dan 2 di program paralel, Untuk bisa kuliah di UI selain jalur SNMPTN, SBMPTN dan SIMAK UI,ada juga jalur PPKB, talent scouting ( prestasi akademik ) dan SIMAK UI jalur KKI ( tes tertulis program kelas internasional)begitu banyaknya jalur masuk UI, maka kesemptan bisa masuk kuliah di UI menjadi lebih besar

Apa bedanya semua pola masuk PTN tersebut dalam hal pembiayaannya ???

Untuk Jalur SNMPTN, SBMPTN dan SIMAK UI program reguler , peserta yang diterima dibebaskan uang pangkal alias nol rupiah ( gratis, tis-tis-tis ),sedangkan di jalur UMB-PTN dan UM-PTN masing masing PTN, siswa yang diterima di jalur ini dibebankan uang pangkal yang besarannya ditentukan oleh pihak PTN dan kesanggupan orang tua calon mahasiswa disampaikan sebelum ujian tertulis dilakukan atau setelah diterima menjadi mahasiswa baru.

Untuk universitas Indonesia baik di jalur SNMPTN, SBMPTN dan SIMAK UI reguler, calon mahasiswa setelah dinyatakan lulus dikenakan biaya kuliah persemester /UKT dikenal dengan pola BOP ( Biaya Operasional Pendidikan )berkeadilan yang besarannya berkisar 100 ribu rupiah s/d 7,5 juta rupiah ( untuk IPA ) dan 100 ribu rupiah s/d 5 juta rupiah ( untuk IPS ). Mengapa IPA lebih mahal ???karena untuk kelompok IPA di dalam perkuliahan tentunya banyak kegiatan praktekum, seperti di Rumpun Ilmu Kesehatan /RIK ( FK,FKG,Farmasi, FKM, Gizi ) banyak menggunakan reagent, zat dan bahan bahan kimia ) untuk rumpun saintek banyak menggunakan alat –alat dsb. Adapun dibuat range / kisaran dari 100 ribu s/d 7,5 juta atau 100 ribu s/d 5 juta rupiah karena masih dipertimbangkan kesanggupan orang tua/ wali calon mahasiswa Universitas Indonesia.. Untuk calon mahasiswa dari Jalur PPKB UI( paralel dan Vokasi ) akan dikenakan biaya masuk / uang pangkal dan persemesternya yang maksimum di tiap kelompoknya ( 7,5 juta rupiah untuk IPA dan 5  juta rupiah untuk IPS ). Sedangkan untuk mahasiswa dari jalur talent scouting dan SIMAK KKI ( international class ) di kenakan biaya/ uang masuk dengan besaran tertentu dan biaya per semester dengan kisaran sebesar 25 juta s/d 30 juta rupiah persemesternya sesuai dengn prodi yang diambilnya ).. Untuk calon mahasiswa di Institut Teknologi Bandung dari jalur SNMPTN dan SBMPTN juga tidak dipungut biaya masuk atau uang pangkal ( nol rupiah, gratis,tis,tis tis )dan UKT ( Uang Kuliah Tunggal ) per semester untuk semua departemen atau fakultas maksimumnya adalah sebesar 10 juta rupiah , untuk Sekolah Bisnis Management / SBM ITB ) UKT maksimumnya adalah 20 juta rupiah, jika calon mahasiswa keberatan dengan angka tersebut, bisa mengajukan keringanan sesuai dengan kesanggupan orang tua / wali calon mahasiswa ke pihak Kampus dan keputusan tetap di pihak kampus. Untuk calon mahasiswa masuk dan diterima di PTN –PTN lain dari jalur SNMPTN dan SBMPTN juga tidak dipungut biaya uang pangkal / nol rupiah ( gratis.tis-tis tis )
dan besaran UKT atau biaya persemesternya bisa dilihat dengan seksama di website PTN masing masing.

Sebagai alternatif untuk bisa kuliah di PTN, dapat mengikuti UM-PTN , Ujian Mandiri PTN lain, seperti UTUL UGM, UTM IPB, Selma Brawijaya dan UM –PTN lain. Jika masuk besaran uang pangkal dan UKT atau per semesternya sesuai dengan kebijakan kampus PTN masing masing.

Umumnya calon mahasiswa berharap bisa tembus masuk PTN dari jalur SNMPTN, SBMPTN dan SIMAK UI reguler ( yang bebas Uang pangkal dan BOP atau UKT sesuai dengan kesanggupan masing masing ).

To be continue

1. Bagaimana merencanakan putra /putri tercinta masuk PTN idaman dengan jalur Undangan ( SNMPTN)

( sharing pengalaman penulis, dengan Izin Allah SWT,telah menghantarkan putri keduanya masuk di ilmu Gizi IPB dan putra ke empatnya di FTMD ITB melalui jalur SNMPTN )

2. Bagaimana strategi tembus SNMPTN atau jalur Undangan lain

3. Strategi dan kiat sukses di seleksi tertulis SBMPTN, SIMAK UI dan UM-PTN lain bersama I’M SMART SUPERCAMP

4. Bagaimana sikap belajar positif

5. Sukses dalam belajar

6. Dengan belajar,terangkatnya derajat manusia

7. Fokus versus Rakus

8. Tips dan trik dalam menjawab soal SBMPTN dan SIMAK UI

9. Belajar sukses dari manusia- manusia hebat

10. Kekuatan Doa

11. Jadilah pemenang sejati

I’M SMART: The Future Key to Success, Kunci Sukses Menuju UI, ITB dan PTN Unggulan Lain

Tulisan ini semata mata untuk sharing aja atau berbagi pengalaman untuk para orang tua yang ingin  putra/putri  tercintanya bisa lulus dan masuk UI, ITB, IPB, UGM dan PTN unggulan lain ,

Kita sering terkagum dan bangga dengan anak kita di kala masih  kecil yang  jika ditanya abang ( jika ke anak lelaki ) atau kakak ( jika ke anak perempuan ), Kalau sudah besar  mau jadi apa  ya ? Dengan spontan dan lantang akan  dijawab “ aku mau  jadi dokter,  “ aku mau jadi insinyur dan kalau usianya bertambah  atau  agak lebih besar  lagi jika ditanya “nanti untuk jadi dokternya kuliah dimana ya ?” di jawab  “ di UI ( Universitas Indonesia ) :  dan jika mau jadi Insinyur langsung di jawab “ di ITB “mau jadi insinyur pesawat terbang  seperti bapak Habibie. “ kakak mau jadi ahli Gizi  di IPB ( institute Pertanian Bogor ).Mimpi atau obsesi itu bisa menjadi khayalan belaka jika tidak dipupuk dan disiram dengan semangat dan proses  belajar  dan strategi yang benar  atau  mimpi tersebut bisa menjadi bahan bakar atau target  yang akan di raih oleh mereka dengan kesungguhan. Menjadi pertanyaan kita adalah sudahkah kita menyiapkan kunci sukses menuju impian mereka? Apa yang telah kita lakukan agar anak anak kita terus hidup semangatnya  dalam meraih  mimpinya itu, dan apakah kita sudah membantu mereka secara bertahap namun pasti menaiki tangga tangga jalan sukses  untuk menggapai mimpi itu?

Nah. tulisan ini penulis buat untuk mengupas tuntas bagaimana kiat, strategi dan langkah langkah apa aja yang mesti diambil  agar anak anak kita dapat meraih sukses menggapai mimpinya tersebut. Juga di dalam tulisan  ini di berikan trik dan tips  dari pengalaman hidup penulis yang dengan izin allah swt , atas bantuan dan pertolongan Allah SWT mampu menghantarkan putra putri nya meraih sukses masuk UI, IPB dan ITB hingga di program magister/ pasca sarjana di UI dan IPB  , juga sudah  ribuan  peserta didik penulis, baik yang ikut di programnya ( I’M SMART SUPERCAMP ) atau peserta dari gerakan ,” Ayo Ikuti Semangat , Mari Masuk PTN “.nya dimana penulis sebagai   Coach di dalam program In’ House  untuk beberapa sekolah  negeri atau swasta di jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Medan, Palembang, Makassar dan di beberapa kota/ kabupaten di Sumatera barat atau sebagai konsultan untuk para siswa dan orang tua yang ingin sharing dalam mendesign program sukses masuk PTN untuk putra/putrinya..

Ada pepatah “ yang punya yang dapat memberi “ penulis tidak hanya berhasil menghantarkan peserta didiknya untuk sukses diterima di PTN unggulan UI, ITB, IPB, UNPAD, UGM . tetapi penulis memberikan bukti nyata testimoni yang positif  yakni ke 4 dari 5 anaknya mampu tembus dan masuk di UI, ITB dan IPB, Semoga pengalaman  penulis  dan idea ide beliau  dalam mendidik putra/putrinya  ini menjadi referensi dan pelajaran yang sangat positif dan  berharga  untuk para orang tua   dan menjadi   kunci sukses untuk putra/ putri tercinta  untuk bisa lulus dan   masuk UI, IPB, ITB, UGM, UNPAD dan PTN unggulan   lainnya.

Alhamdulillah . dengan Izin Allah SWT, ke  4 dari 5 putra/putri penulis telah meraih sukses masuk di PTN unggulan,

  1. Anak pertama telah tamat S1 Teknik Perkapalan Universitas Indonesia (masuk melalui jalur SIMAK UI) dan sekarang sedang kuliah S2 di Teknik Industri Universitas Indonesia
  2. Anak Kedua telah tamat S1 Ilmu Gizi, Institut Pertanian Bogor ( IPB ) (masuk melalui jalur undangan/ SNMPTN) dan sekarang sedang kuliah S2 di Ilmu Gizi IPB
  3. Anak ketiga saat ini berkuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (masuk melalui jalur SIMAK UI, dan sebenarnya juga diterima di Agrobisnis di Universitas Brawijaya ( jalur SBMPTN ).
  4. Anak keempat saat ini berkuliah di Teknik Material Fakultas Teknik Mesin Dirgantara Institut Teknologi Bandung ( ITB ) (masuk melalui jalur SNMPTN )
  5. Anak kelima saat ini duduk di kelas 9 SMP.

 

Man Jadda wa jada

( barang siapa yang bersungguh sungguh pasti berhasil )