12_nadiem__4_

Mendikbud Nadiem Makarim Pastikan UTBK Tetap Dilaksanakan

Mendikbud Nadiem Makarim Pastikan UTBK Tetap Dilaksanakan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) tetap dilaksanakan. Kebijakan tersebut berbeda dengan Ujian Nasional (UN) 2020 yang resmi ditiadakan karena penyebaran virus corona (covid-19).

Nadiem mengatakan, alasan UTBK tetap dilaksanakan karena menjadi syarat mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). “Untuk SBMPTN mau tidak mau kita harus melakukannya, karena anak-anak SMA harus masuk ke perguruan tinggi,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Namun, Nadiem menuturkan, pelaksanaan UTBK ditunda sementara. Penundaan itu untuk menemukan metode yang sesuai dengan protokol kesehatan covid-19.

Sebelumnya, LTMPT menunda pendaftaran UTBK yang sedianya dimulai pada 30 Maret 2020. Sedangkan pelaksanaan UTBK sedianya dimulai pada 20 April 2020 sampai diumumkan lebih lanjut.

Penundaan itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona jenis baru (covid-19) yang saat ini telah menjadi pandemi global. “Kemungkinan besar akan ditunda atau menemukan metode pergantian dan mengikuti protokol kesehatan,” ujar Nadiem.

Pelaksanaan UTBK berbeda dengan Ujian Nasional (UN) untuk jenjang SMA dan SMP yang ditiadakan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. “Tapi yang pasti itu tidak bisa ditiadakan, mau tidak mau harus dilaksanakan,” kata Nadiem.

Terdapat tiga metode seleksi masuk perguruan tinggi negeri, yakni SBMPTN, SNMPTN, dan jalur mandiri. SBMPTN merupakan seleksi bersama masuk PTN berdasarkan nilai UTBK.

Sedangkan SNMPTN berdasarkan prestasi akademik maupun portofolio. Untuk jalur mandiri, diselenggarakan masing-masing kampus setelah pelaksanaan SBMPTN dan SNMPTN.

 

 

Source : https://www.inews.id/news/nasional/mendikbud-nadiem-makarim-pastikan-utbk-tetap-dilaksanakan

pemprov_dki_jkt

Disdik DKI Jakarta Perpanjang Waktu Belajar Dari Rumah Hingga 5 April 2020

Disdik DKI Jakarta Perpanjang Waktu Belajar Dari Rumah Hingga 5 April 2020

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang waktu pembelajaran dari rumah hingga Minggu, 5 April 2020. Keputusan tersebut diambil terkait kian meluasnya penyebaran wabah virus corona (covid-19).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemprov DKI Jakarta Nadiana mengatakan, keputusan perpanjangan itu juga berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

“Pembelajaran di rumah pada masa darurat covid-19 diperpanjang sampai dengan tanggal 5 April 2020,” katanya dalam SE Nomor 32/SE/2020 tentang Pembelajaran di Rumah (Home Learning) Pada Masa Darurat Covid-19 seperti dikutip iNews.id, Selasa (24/3/2020).

Nadiana meminta para Kepala Bidang Persekolahan dan para Kepala Suku Dinas Pendidikan melaksanakan pengendalian kegiatan pembelajaran di rumah. Para Kepala Suku Dinas Pendidikan, dia menuturkan, harus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan peserta didik tetap berada di rumah masing-masing.

“Pengawas, Penilik dan Kepala Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan melakukan monitoring, evaluasi dan pendampingan pada Satuan Pendidikan yang menjadi binaannya serta melaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan melalui Kepala Suku Dinas,” tuturnya.

Kepala Satuan Pendidikan, Nadiana mengungkapkan, bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pembelajaran. “Kepala Satuan Pendidikan menginformasikan kepada orang tua untuk melakukan pengawasan dan pendampingan serta memastikan putra/putrinya melaksanakan kegiatan pembelajaran di rumah serta membatasi aktivitas kegiatan di luar rumah,” ujarnya.

Nadiana juga meminta pendidik membuat bahan ajar dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik. “Pelaksanaan Ujian Nasional di Satuan Pendidikan dibatalkan. Pelaksanaan Ujian Sekolah, kriteria kelulusan dan kenaikan kelas akan diatur dalam juknis tersendiri,” katanya.

Terakhir, Nadiana meminta Kepala Satuan Pendidikan melaporkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran di rumah secara periodik melalui laman disdik.jakarta.go.id.

 

Source : https://www.inews.id/amp/news/nasional/disdik-dki-jakarta-perpanjang-waktu-belajar-dari-rumah-hingga-5-april-2020

ujian_2

UN 2020 Dihapus akibat Virus Corona

UN 2020 Dihapus akibat Virus Corona

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Komisi X DPR RI menggelar rapat bersama melalui video conference pada Senin (23/3/2020) malam. Rapat tersebut membahas berbagai persoalan pendidikan di tengah ancaman wabah virus Corona atau Covid-19.

Salah satu hasil dari rapat tersebut yakni Kemendikbud dan Komisi X DPR sepakat untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) pada tahun ini, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Kabar tersebut disampaikan Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda lewat akun Twitter-nya @Syaiful Hooda.

“Daring Meeting: Barusan selesai rapat daring dengan Mendikbud dan jajaran. Salah satu yang kita sepakati Ujian Nasional (UN) SD, SMP, dan SMA ditiadakan,” tulis Huda.

Sebelumnya, Huda memang mendesak pemerintah menghapus pelaksanaan UN tahun ini. Langkah ini dimaksudkan untuk melindungi peserta didik di tengah meluasnya wabah Corona.

“Kami mendesak agar pemerintah menghapus pelaksanaan UN tahun ini karena wabah Corona yang kian meluas. Ada ratusan ribu hingga jutaan siswa yang terancam terpapar virus ini jika kita memaksakan agar pelaksanaan UN tetap dilakukan,” ujar Syaiful Huda.

Dia menjelaskan sesuai jadwal harusnya UN SMA/MA akan dilaksankan pekan depan tanggal 30 Maret-2 April 2020, sedangkan SMP/Mts mulai tanggal 20 April-23 April. Diperkirakan pada hari-hari itu persebaran Corona di Tanah Air masih tinggi, sehingga ada risiko jika peserta didik di tingkat menengah dan atas dipaksakan mengikuti UN.

“Kami sangat berharap agar kondisi penyebaran wabah Corona dipertimbangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sehingga ada baiknya untuk menghindari bahaya lebih besar maka UN tingkat SMA/MA dan SMP/MTs dihapus saja,” ujarnya.

Huda mengatakan, sesuai dengan semangat Merdeka Belajar, UN tidak lagi menjadi parameter utama untuk menilai kemampuan akademis para siswa. UN hanya menjadi alat untuk memetakan kemampuan akademik para siswa.

“Selain itu UN juga tidak lagi menjadi penentu untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian tidak ada lagi alasan yang menguatkan pelaksanaan UN SMA/MA dan UN SMP/MTs di tengah meluasnya wabah yang mematikan ini,” ujarnya.

Politikus PKB ini menilai, pelaksanaan UN cukup diganti dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Nantinya pelaksanaan USBN ini diserahkan kepada masing-masing sekolah sesuai dengan kondisi dan perkembangan penanganan wabah Covid-19.

“Ini juga momentum untuk menyerahkan pelaksanaan ujian peserta didik tingkah menengah kepada sekolah sebagai satuan pendidikan. Nantinya soal ujian dibuat oleh guru mata pelajaran dengan memperhatikan muatan kurikulim dan standar kompentensi lulusan di sekolah,” katanya.

 

 

Source : https://www.inews.id/news/nasional/un-2020-dihapus-akibat-virus-corona

5bb121e4-4836-4d71-a9d1-6e41753579fd_169

7 Pertimbangan Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat

7 Pertimbangan Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat

Bukan berlebihan bila pilihan jurusan kuliah menentukan nasib hidup bertahun-tahun ke depan. Nyatanya, mendapatkan ilmu yang tepat juga menentukan hidup selama bertahun-tahun setelah masa di universitas –baik menyangkut karier, relasi sosial, pencapaian, hingga pola hidup. Maka dari itu, memilih jurusan kuliah harus memiliki banyak pertimbangan.

Namun tak selalu pilihan kuliah menentukan nasib karier. Ada juga orang yang menjalani pekerjaan tak sejalan dengan bidang yang didalami ketika di bangku pendidikan tinggi. Melansir situs The Motivated Millenial, studi Federal Reserve Bank menunjukkan hanya 27 persen lulusan sarjana di Amerika Serikat yang menjalani profesi sesuai jurusan kuliah.
Tak hanya sebagai prospek pekerjaan, penentuan jurusan kuliah berpengaruh pada keseriusan calon mahasiswa menjalani segala tugas kuliah. Berikut 7 hal yang bisa menjadi pertimbangan dalam memilih jurusan kuliah.

1. Tahu minat dan hobi

7 Pertimbangan dalam Memilih Jurusan Kuliah [EBG]Sesuaikan jurusan dengan minat. Bila gemar menggambar dan mendesain sesuatu, bisa pilih desain visual atau seni rupa sebagai alternatif jurusan. (Foto: tunechick83/Pixabay)

Mengetahui minat dan hobi bukan sekadar tahu apa yang menarik bagimu, melainkan seberapa serius dan konsisten menjalankan minat tersebut. Memilih jurusan kuliah yang sesuai minat membuatmu menjalani perkuliahan dengan senang. Tugas kuliah menumpuk tak terasa sebagai beban bila kamu tertarik menjalaninya.

Misalnya, kamu memiliki hobi menggambar atau melukis, karir desain grafis bisa menjadi pilihan seimbang, yakni menjalani hobi dengan orientasi karir yang baik.

2. Kenali potensi diri
Di samping minat, bakat pun tak kalah penting. Akan lebih optimal bila minat disertai kemampuan. Setiap orang memiliki keunggulannya masing-masing agar memilih jurusan kuliah sesuai dengan potensi diri. Misalnya ketika kamu tertarik pada disiplin ilmu tertentu dan merasa kamu ditakdirkan untuk itu.

3. Pertimbangkan peluang karier sebelum memilih jurusan kuliah

Hal yang Dipertimbangkan Saat Memilih Jurusan Kuliah [EBG]Peluang karier adalah salah satu hal yang harus dipertimbangkan sebelum Anda menetapkan pilihan pada satu jurusan kuliah. (robarmstrong2/Pixabay)

Tentu setiap orang menginginkan jurusan dengan karier dan penghasilan menjanjikan di masa depan. Hal tersebut sama sekali tak salah. Mengingat, setiap orang perlu cermat menentukan studi dan karir agar taraf hidup di masa mendatang terus baik.

Namun di samping itu, perhatikan peluang pekerjaannya. Sesuai atau tidak dengan lingkungan sosial, banyak membutuhkan SDM atau tidak. Cari data tentang pekerjaan lulusan jurusan. Pastikan jurusan yang dipilih memiliki peluang karir yang luas dan menjanjikan di masa mendatang.

4. Sesuaikan jurusan dengan keunggulan universitas

Hal yang Dipertimbangkan Saat Memilih Jurusan Kuliah [EBG]Setiap universitas memiliki jurusan unggulan masing-masing. Penting untuk mengetahui ini sebelum memilih jurusan kuliah. (robarmstrong2/Pixabay)

Tidak semua program kuliah seimbang. Universitas dengan ranking tinggi bisa memiliki fakultas yang tidak begitu unggul. Sebab semua universitas memiliki jurusan tertentu yang diunggulkan. Jika sudah memiliki incaran universitas, perhatikan bidang atau jurusan yang unggul di universitas tersebut.

Biasanya kualitas lulusan menjadi bahan pertimbangan bagi pembuka lowongan kerja. Kualitas jurusan mengacu pada hasil akreditasi jurusan yang biasanya tertera pada situs-situs universitas.

5. Sesuaikan dengan kemampuan finansial

Hal yang Dipertimbangkan Saat Memilih Jurusan Kuliah [EBG]Sesuaikan jurusan kuliah yang dipilih dengan kemampuan finansial. (REUTERS/Beawiharta)

Ketika mempersiapkan dana untuk kuliah, pikirkan juga biaya perkuliahan per semester maupun kebutuhan kegiatan belajar sehari-hari seperti uang buku, biaya praktikum, biaya hidup, dan sebagainya. Setiap jurusan kuliah membutuhkan pengeluaran dana berbeda-beda. Agar tidak kelabakan perihal dana kuliah, lakukan penghitungan matang sebelum memilih jurusan kuliah.

6. Personality test

7 Pertimbangan Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat [EBG]Psikotes bisa menjadi salah satu refereensi dalam menentukan jurusan kuliah yang cocok. (andibreit/Pixabay)

Meski tak 100 persen efektif membaca potensi dan karakter, namun tes kepribadian boleh dijadikan referensi dalam menentukan jurusan yang cocok. Personality test atau tes kepribadian bisa membantu menganalisis minat, nilai-nilai, karakter, kelebihan, kekurangan, hingga skala kemampuanmu dalam bidang seni atau sosial, serta dalam hal menginvestigasi dan menginterpretasi suatu hal. Tak hanya itu, beberapa personality test menunjukkan ketertarikan, bidang karir yang cocok, hingga gaya bekerja yang cocok.

Sudah banyak tes kepribadian online di internet yang gratis, lho. Dari situ saja sudah bisa membantumu memberikan gambaran mengenai kepribadian dan jurusan apa yang cocok sesuai minat dan bakatmu.

7. Minta pendapat dari orang-orang terdekat

Meski mengikuti suara hati selalu menjadi kunci kebahagiaan, namun urusan jurusan kuliah ada baiknya berkonsultasi kepada orang-orang terdekat seperti keluarga.
Pendapat orang lain juga penting menjadi pertimbangan untuk melihat diri kamu dari kacamata yang berbeda. Siapa tahu, mereka memiliki pandangan dan arahan lain yang bisa menambah referensi untuk memilih jurusan yang cocok.

Semoga 7 hal di atas bisa membantumu mendapatkan pertimbangan untuk memilih jurusan kuliah yang tepat. Tak usah bingung dan jangan hanya terpaku pada satu aspek saja. Semakin banyak opsi dan masukan justru semakin membuka peluangmu untuk sukses di masa mendatang.

 

Source : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190716140210-284-412574/7-pertimbangan-memilih-jurusan-kuliah-yang-tepat

 

5d6301341f6de

Keren Parah, Hampir Separuh Lulusan UGM Tahun Ini Lulus Cum Laude

UGM mewisuda 3.755 lulusan sarjana dan diploma. Dengan jumlah sebanyak itu, prosesi wisuda dilaksanakan selama dua hari, 21-22 Agustus di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta.

Universitas Gadjah Mada ( UGM) mewisuda 3.755 lulusan sarjana dan diploma. Dengan jumlah sebanyak itu, prosesi wisuda dilaksanakan selama dua hari, 21-22 Agustus di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta.

Hebatnya, jumlah wisudawan berpredikat cum laude atau memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rerata 3.40 – 3.59 untuk program sarjana adalah 1.128 lulusan dan diploma sebanyak 562 lulusan atau mencapai hampir separuh dari lulusan.

Seperti diwartakan laman resmi UGM, IPK rata-rata program sarjana adalah 3,40. Wisudawan meraih IPK tertinggi program sarjana periode ini diraih Fernandia Sheila Meidi dari Prodi Kehutanan yang lulus dengan IPK 3,99.

Sedangkan IPK rata-rata program diploma diraih Anggi Prastika Larasati dari Prodi D3 Kesehatan Hewan, Sekolah Vokasi, yang lulus dengan IPK 3,93.

Wisudawan termuda

Rerata usia lulusan program sarjana adalah 22 tahun 10 bulan, sedangkan program diploma 21 tahun 4 bulan. Predikat lulusan termuda program sarjana diraih Aldo Meyolla Geraldino dari Prodi Kedokteran yang menyelesaikan studi sarjananya pada usia 18 tahun 8 bulan 1 hari.

Sedangkan lulusan termuda untuk program diploma diraih Sukma Suci Safitri dari Prodi D3 Pariwisata, Sekolah Vokasi, yang menyelesaikan studi diploma pada usia 19 tahun 8 bulan.

Masa studi rata-rata untuk wisudawan program sarjana adalah 4 tahun 3 bulan. Waktu studi tersingkat program sarjana diraih Nadya Imerelda Tambunan dari Prodi Ilmu Hubungan Internasional, yang lulus dalam waktu 3 tahun 3 bulan 26 hari.

Sementara untuk program diploma III (D3) adalah 3 tahun dan Diploma IV (D4) adalah 4 tahun 4 bulan. Waktu tersingkat untuk lulusan diploma diraih Hamdan Akbar dari Prodi D3 Komputer dan Sistem Informasi, Sekolah Vokasi, yang menyelesaikan studi dalam waktu 2 tahun 8 bulan 17 hari.

Wakil Wisudawan, Vincetia Fanny Gita Rosari dari Fakultas Kedokteran dalam pidatonya berharap UGM selalu terus menjulang tinggi dengan prestasi di tingkat dunia, namun tetap memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“ UGM harus tetap tetap ‘membumi’ dengan mengabdi ke masyarakat melalui hasil penelitian yang berguna bagi bangsa dan negara,” katanya.

SDM unggul dan kompetitif

Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono dalam pidato sambutan bertema “SDM Unggul, Indonesia Maju” menyampaikan pembangunan SDM unggul menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia di masa depan.

Rektor UGM berharap lewat SDM unggul di segala bidang akan membuat nantinya bangsa Indonesia mampu bersaing secara global di era industri 4.0.

Rektor juga mengutip pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo yang mengingatkan saat ini kita tengah berada dalam dunia baru yakni dunia yang jauh berbeda di banding era sebelumnya. “Dunia tidak semata-mata sedang berubah tetapi sedang terdisrupsi,” katanya.

Di era disrupsi ini jenis pekerjaan, menurut Rektor, bisa berubah setiap saat. Banyak pekerjaan lama yang hilang, tetapi juga makin banyak jenis pekerjaan baru yang bermunculan. “Ada keterampilan mapan yang tiba-tiba tidak relevan dan ada keterampilan baru yang meledak yang dibutuhkan,” katanya.

Adapun proses peningkatan kualitas SDM dapat ditempuh dengan perbaikan pendidikan untuk menjalankan kemajuan teknologi seiring kemajuan industri 4.0.

“Karena itu perguruan tinggi berperan sebagai agen perubahan yang dinanti oleh bangsa ini dalam menjawab berbagai tantangan yang ada,” tuturnya. UGM sebagai pengemban mandat pendidikan nasional, kata Rektor, diharuskan terus melakukan inovasi dalam proses belajar mengajar serta kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman.

Source : https://edukasi.kompas.com/read/2019/08/26/07300021/ini-keren-hampir-separuh-lulusan-ugm-tahun-ini-lulus-cum-laude

5d60a6a9e96ba

Keren, Raih Rekor Muri, 8.500 Mahasiswa Baru UI Buat Makara dari Sampah Botol

Deklarasi Duta Bersihkan Sampah Plastik antara Universitas Indonesia (UI), Ikatan Alumni UI, dan Jasa Marga di kampus UI Depok.

Universitas Indonesia ( UI) dan Ikatan Alumni UI bekerja sama dengan Jasa Marga melakukan deklarasi Duta Bersihkan Sampah Plastik.

Hal ini sebagai wujud komitmen Jasa Marga untuk mengangkat program kepedulian terhadap lingkungan dan alam sekitar.

Perusahaan pengelola jalan tol itu menargetkan, semakin banyak sosialisasi dan edukasi serta implementasi mengenai pelestarian lingkungan, terutama pengelolaan sampah plastik.

Deklarasi ini melibatkan lebih dari 8.500 mahasiswa baru UI yang berpartisipasi dalam kampanye Program Cinta Kampus (PCK) UI.

Sejumlah kegiatan dilakukan 8.500 mahasiswa baru itu, yakni membawakan tarian pilah sampah dan membuat replika lambang Makara UI dengan sampah botol plastik.

Kegiatan ini pun meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia ( Muri) sebagai Tarian Pilah Sampah oleh Penari Terbanyak dan Replika Logo Makara UI Terbesar dari Sampah Botol Plastik–Ecobrick.

Ada pula aktivitas menanam pohon di wilayah kampus UI Depok, serta melepas ikan dan membersihkan sampah di enam danau UI.

Rektor UI Muhammad Anis mengatakan, kegiatan tersebut sesuai dengan komitmen UI untuk mempertahankan sepertiga wilayah kampus UI sebagai hutan hijau sejak tahun 2010.

“Deklarasi Jasa Marga dengan UI ini sebagai bagian dari dukungan kami terhadap badan usaha untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Anis melalui keterangan tertulis, Jumat (23/8/2019).

“Kuncinya adalah mengelola sampah plastik serta dengan menanam pohon di wilayah jalan tol untuk meminimalisasi polusi yang diakibatkan asap kendaraan,” kata Anies.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengharapkan kerja sama ini bisa meningkatkan jumlah program edukasi yang masif, baik dalam bentuk sosialisasi maupun dialog publik dengan berbagai komunitas yang semakin beragam.

“Tentu saja tujuannya untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan maupun masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar jalan tol, terhadap pentingnya pengurangan sampah plastik serta pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” ucap Desi.

Dia mengatakan, tidak salah memilih UI sebagai mitra untuk menjadi Duta Perangi Sampah Plastik karena sudah terbukti dalam mengelola dan mengurangi sampah plastik sejak tahun 2012.

Disebutkan bahwa Jasa Marga sudah mengawali konsep Green Toll Road dengan menanam sekitar 4.000 jenis pohon untuk mempertahankan keanekaragaman hayati dari tahun 2015.

Sampai sekarang, Jasa Marga telah menanam lebih dari 71.000 pohon di wilayah operasional Jasa Marga.

“Kami menargetkan penambahan sekitar 25.000 pohon lagi dapat ditanam oleh Jasa Marga hingga akhir tahun 2019,” imbuh Desi.

Source : https://edukasi.kompas.com/read/2019/08/24/10111711/raih-rekor-muri-8500-mahasiswa-baru-ui-buat-makara-dari-sampah-botol?page=2

2032936995

Benarkah Kabar UTBK Dimajukan Bulan November-Desember 2019?

Ketua LTMPT Prof. Ravik Karsidi dan Menristekdikti Mohamad Nasir saat memberikan penjelasan dalam konferensi pers Pengumuman Hasil SBMPTN 2019 di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta (9/7/2019).

Belakangan beredar kabar rencana Kemenristekdikti untuk memajukan jadwal Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) lebih awal di tahun ini sebelum pelaksanaan Ujian Nasional ( UN).

Pengamatan Kompas.com, sudah ada petisi dilayangkan melalui laman change.org dan telah ditandangani 97 ribu orang (26/8/2019) sejak diunggah 2 minggu lalu (17/8/2019).

Devan Hadrian penggagas petisi mengemukakan 3 alasan penolakan rencana pemajuan jadwal UTBK ke bulan November-Desember 2019 tahun ini.

4 alasan keberatan warganet

“Jika memang UTBK 2020 akan dilaksanakan pada akhir semester 5, maka siswa tidak akan punya waktu yang cukup untuk persiapan. Jika persiapan dilakukan pada semester 5, maka akan bertabrakan dengan pelajaran sekolah sehingga jika akhirnya ditetapkan mustahil persiapan yang dilakukan dapat maksimal,” jelas Devan dikutip dari petisi tersebut.

Selain alasan kedua soal ketidaksiapan infrastuktur, Devan juga khawatir bila siswa dipaksa untuk mempelajari keduanya pada saat yang bersamaan, maka fokus siswa akan terpecah dan tidak dapat memperoleh hasil maksimal untuk UTBK dan UN.

“Akan lebih baik jika UTBK tetap dijadwalkan setelah UN, sehingga siswa dapat memanfaatkan jendela waktu antara UN dan UTBK untuk persiapan UTBK yang maksimal,” harapnya.

Alasan lain, ia menilai hampir semua pelajar SMA di Indonesia menganggap SBMPTN/UTBK lebih penting daripada UN. “Ini mengingat fungsi UN yang hanya sebatas kelulusan dan peringkat sekolah, dan sama sekali tidak mempengaruhi penerimaan di perguruan tinggi,” katanya.

Tanggapan Kemenristekdikti

Menanggapi kabar ini, Kemenristekdikti melalui laman resmi Instagram @ristekdikti meminta para siswa tidak perlu khawatir soal kabar pemajuan jadwal UTBK di tahun ini.

“Untuk UTBK saya sampaikan kepada para siswa untuk tidak perlu khawatir akan wacana jadwal UTBK dimajukan  karena hal ini tidak akan dilaksanakan pada tahun ini,” tegas Menristekdikti Mohamad Nasir.

Jadwal UTBK dimajukan masih menjadi wacana dan akan didsikusikan dengan para pimpinan perguruan tinggi, karena berdasarkan data banyak lulusan SMA dan sederajat yang berkualitas pada bulan Desember dan Januari sudah diambil oleh perguruan tinggi asing.

Penerimaan mahasiswa baru universitas luar negeri sudah dimulai sejak bulan Desember.

Proses ujian masuk perguruan tinggi sebelum murid SMA lulus telah dilakukan oleh berbagai negara seperti Australia, Singapura dan Amerika Serikat. Namun demikian, kebijakan ini akan dikaji lebih dulu dengan memperhatikan pula kesiapan sekolah dan perguruan tinggi.

“Ada tahapan dalam membuat kebijakan, tidak serta merta diterapkan tanpa tahapan sosialisasi lebih dulu. Kemenristekdikti tidak akan menerapkan sebuah kebijakan tanpa kajian matang dan tahapan sosialisasi baik kepada perguruan tinggi maupun pihak sekolah,” jelas Menteri Nasir.

Source : https://edukasi.kompas.com/read/2019/08/26/07333781/benarkah-kabar-utbk-dimajukan-bulan-november-desember-2019

4184150800

Kerja Sama UI dan Grab Melahirkan “Technopreneurship”

Penandatanganan kerja sama UI dan Grab dilakukan Rektor UI Prof. Muhammad Anis dan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, di Ruang Apung UI, Kampus Depok (16/5/2019).

Universitas Indonesia ( UI) dan Grab melakukan kerjasama guna mendukung pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat di UI. Penandatanganan kerja sama dilakukan Rektor UI Prof. Muhammad Anis dan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, di Ruang Apung UI, Kampus Depok (16/5/2019).

“Diharapkan, kolaborasi yang sarat dengan teknologi ini dapat menstimulasi semangat berinovasi dan berwirausaha bagi sivitas akademika UI untuk menghasilkan startup company berkelas demi kemajuan perekonomian bangsa Indonesia ketingkat berikutnya,” ujar Prof. Anis seperti dilansir dari laman UI.

Pengembangan startup

Melalui kerja sama ini Grab melalui program “Grab Ventures Velocity” (GVV) akan menjadi mitra strategis program pengembangan startup binaan UI, khususnya yang bergerak di bidang teknologi, medis, dan sosial.

Sejumlah startup potensial hasil inkubasi sivitas akademika UI akan dibina melalui program bernama Program Akselerator “UI Works” dengan menggandeng Code Margonda sebagai partner penyelenggara.

Program ini diperuntukkan bagi sivitas akademika UI serta anak muda lainnya di luar UI yang memiliki usaha rintisan. Untuk dapat mengikuti Program Akselerator “UI Works”, usaha rintisan setidaknya harus sudah memiliki prototipe atau Beta version dari produknya.

3 tahap pengembangan

Program Akselerator “UI Works” nantinya terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu Pra-Akselerator, Akselerator, dan Demo Day.

Pada Tahap Pra-Akselerator, calon peserta akan mengikuti serangkaian seleksi hingga pada akhirnya akan terpilih startup unggulan. Selanjutnya, Tahap Akselerator, peserta akan mengikuti program intensif kurang lebih 4 bulan mengembangkan startup masing-masing dengan fokus siap komersialisasi.

Pada tahap ini, pelaku usaha yang telah berhasil dalam usaha rintisan dan bisnis wirausaha akan diundang melatih peserta.

Puncak dari Program Akselerator ialah Tahap Demo Day. Pada tahap ini, para binaan akan dipertemukan dengan para investor yang siap membina dan mengembangkan bisnisnya.

Mendukung technopreneurship  

Sebagai mitra strategis Program Akselerator “UI Works”, Grab Ventures Velocity (GVV) akan berpartisipasi dalam Tahap Akselerator sebagai mentor atau pembicara tamu. GVV juga akan mengevaluasi startup unggulan yang lolos Tahap Demo Day untuk mendapatkan kesempatan dibina lebih lanjut dalam program GVV.

Prof. Muhammad Anis mengungkapkan saat ini UI mendukung mahasiswa menciptakan startup. “Sehingga kelak lulusan UI dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” katanya.

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyampaikan kerja sama dengan UI sejalan dengan komitmen Grab. “Kami mendukung penuh penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan kapasitas talenta lokal di bidang teknologi informasi, technopreneurship dan inovasi teknologi,” papar Ridzki.

Selain pembinaan startup, kerja sama UI dan Grab ini juga mencakup program Engineering Talent Future Leader, dimana mahasiswa UI jurusan teknik tingkat akhir dapat mengikuti seleksi dan berkesempatan magang di kantor Grab Indonesia atau Singapura.

Source: https://edukasi.kompas.com/read/2019/05/18/21345981/kerja-sama-ui-dan-grab-melahirkan-technopreneurship-kampus.

4002661690

UNPAD Imbau Peserta UTBK Tidak Perlu Kuatir Soal Sistem dan Jaringan

Universitas Padjadjaran (Unpad) selaku koordinator implementasi Ujian Tulis Berbasis Komputer menyatakan siap untuk memfasilitasi kelancaran ujian tersebut.

Universitas Padjadjaran ( UNPAD) selaku koordinator implementasi Ujian Tulis Berbasis Komputer menyatakan siap untuk memfasilitasi kelancaran ujian tersebut.

Rektor Unpad Prof Tri Hanggono Achmad mengatakan sistem UTBK telah dikembangkan dengan sangat andal dan hati-hati. Berbagai persiapan dan pengembangan telah dilakukan dengan matang.

“Insya Allah sistem ini andal karena kami tidak main-main mengembangkannya,” ujar Rektor UNPAD seperti dikutip dari laman resmi ITB (13/3/2019).

Untuk itu, Rektor Unpad mengimbau peserta ujian tidak perlu khawatir pelaksanaan UTBK akan terkendala oleh masalah sistem maupun jaringan.

Pihaknya telah melakukan ujicoba sistem UTBK serentak di seluruh wilayah di Indonesia. Hasilnya, sistem ini sudah berjalan dengan baik.

Seleksi lebih selektif

Standar penyelenggaraan UTBK juga telah dikembangkan secara ketat. Standar ini akan diterapkan di seluruh wilayah penyelenggara UTBK di Indonesia. Dengan demikian, kualitas sistem UTBK akan sama rata di setiap wilayah.
Rektor menjelaskan, ada keistimewaan dari metode UTBK dibandingkan dengan metode ujian tertulis cetak. Metode berbasis komputer dikembangkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI ini bertujuan agar perguruan tinggi bisa lebih tepat mendapatkan calon mahasiswa.

Guna mewujudkan tujuan tersebut, mekanisme seleksinya pun dikembangkan lebih spesifik. Tahun-tahun sebelumnya UTBK diikuti oleh peserta yang telah mendaftar SBMPTN. Pada tahun ini, peserta harus ikut UTBK dahulu untuk mendapatkan hasil.

Dari hasil UTBK, peserta kemudian memiliki rekomendasi untuk memilih program studi yang cocok melalui jalur SBMPTN.

Rekomendasi prodi

“Kalau dahulu, kita hanya tahu kompetensi itu dari psikotes saat di SMA. Sekarang, dari 2 jenis tes yang ada dalam UTBK, setiap nilai tes yang diperoleh peserta bisa di-match-kan dengan program studi yang dituju,” papar Rektor.

Dijelaskan lebih lanjut, dua jenis tes dalam UTBK terdiri dari tes potensi skolastik dan tes potensi akademik. Setiap jenis tes bisa menjadi penentu kompetensi peserta terhadap program studi yang dituju.

Setiap program studi yang ditawarkan perguruan tinggi pada SBMPTN 2019 sudah memiliki data pembobotan tersendiri. Peserta tinggal menyesuaikan hasil tes UTBK dengan bobot program studinya.

Sistem ini dinilai lebih mendorong peserta untuk benar-benar memilih program studi yang sesuai dengan kompetensinya. “Bagi siswa, memilih program studi itu penting karena menjadi karirnya ke depan,” kata Rektor.

Rektor mengungkapkan, berbeda dengan pelaksanaan UTBK SBMPTN sebelumnya yang digelar serentak satu hari, tahun ini UTBK digelar selama beberapa hari. Pelaksanaan tes UTBK untuk peserta pendaftar gelombang pertama dilakukan tanggal 13 April hingga 4 Mei 2019. Sementara tes UTBK untuk gelombang kedua dilaksanakan tanggal 11 Mei – 26 Mei 2019.

Source : https://edukasi.kompas.com/read/2019/03/17/21453321/unpad-imbau-peserta-utbk-tidak-perlu-kuatir-soal-sistem-dan-jaringan.

3262692221

Menristekdikti Jamin Ketersediaan Kursi UTBK 2019 Gelombang 1 dan 2

Peninjauan persiapan lokasi UTBK di Universitas Diponegoro (Undip) pada 9 Maret 2019, di Semarang, Jawa Tengah.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan semua peserta UTBK yang mendaftar akan mendapatkan kursi di lokasi ujian yang mereka masing-masing pilih.

Menristekdikti saat meninjau kesiapan lokasi UTBK di Universitas Diponegoro ( Undip) pada 9 Maret 2019, di Semarang, Jawa Tengah, menyampaikan Pemerintah akan menjamin calon peserta SBMPTN 2019 memiliki kesempatan sama dalam masuk ke perguruan tinggi negeri.

Peninjauan dilakukan Menristekdikti Mohamad Nasir bersama Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) Budi Prasetyo Widyobroto, Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Yos Johan Utama dan Koordinator UTBK Undip Agus Sofian.

Kapasitas 30 ribu kursi

Menteri Nasir menyampaikan semua peserta UTBK yang mendaftar akan mendapatkan kursi di lokasi ujian yang mereka masing-masing pilih.

Menrisktekdikti juga menegaskan pemerintah menjamin semua peserta SBMPTN 2019 memiliki kesempatan sama dalam masuk ke perguruan tinggi negeri.

“Kapasitas kursi 30 ribu sudah tersedia untuk dua gelombang. Jumlah peserta 16.479 sejauh ini untuk gelombang pertama,” ujarnya.

Tahap ini sedang berlangsung pendaftaran UTBK gelombang pertama berlangsung 1 Maret hingga 24 Maret 2019. Berikutnya, pendaftaran Gelombang Kedua UTBK pada 25 Maret hingga 1 April 2019.

Waktu pelaksanaan tes peserta pendaftar gelombang pertama dan gelombang kedua akan digabungkan pada 13 April hingga 4 Mei 2019 pada setiap lokasi lokal UTBK di setiap provinsi.

Unduh soal H-1

Sebelumnya, sebagai langkah antisipasi koneksi internet padat, soal UTBK 2019 akan diunduh panitia 1 hari sebelum hari pelaksanaan (Hari H).

Menristek meminta LTMPT dan panitia UTBK lokal menginstall aplikasi UTBK dan mengunduh seluruh soal sebelum Tes Gelombang Pertama UTBK dilakukan.

Hal ini untuk mengantisipasi koneksi internet yang terlalu padat apabila semua lokasi tes mengunduh soal menjelang atau pada saat tanggal tes.

“Untuk mengatasi kendala yang terjadi, yang paling pertama soal sudah didownload sebelumnya dan diterima. Yang penting pada saat Hari H (aplikasi) diinstall di tempat ujian, tidak terjadi masalah,” imbau Menteri Nasir.

Source :  https://edukasi.kompas.com/read/2019/03/10/14333851/menristekdikti-jamin-ketersediaan-kursi-utbk-2019-gelombang-1-dan-2.